Benarkah Sperma Baik untuk Kesehatan Kulit Wajah?

Dirgantaraonline,- Sperma disebut oleh seorang ahli kecantikan kulit selebriti Hollywood, Chelsee Lewis, baik untuk kecantikan kulit. Benarkah demikian? Lewis yang telah berkecimpung di industri kecantikan selama 22 tahun itu mengatakan, ia telah bekerja untuk artis seperti Gwyneth Paltrow dan Stella McCartney.


Wanita yang juga menulis artikel panduan perawatan kulit di Daily Mail tersebut mengungkapkan beberapa rahasia terbaiknya dalam merawat kecantikan, salah satunya adalah menggunakan sperma untuk mengurangi jerawat dan kerutan di wajah, demikian seperti dilansir laman Newshub.co.nz.

Akan tetapi, dokter kulit Doris Day menjawab pada laman Cosmopolitan bahwa ia meragukan manfaat sperma bisa dipergunakan sebagai bahan perawatan kulit.

“Belum tentu itu bisa menembus kulit, melebihi apa yang bisa dilakukan oleh pelembab kulit biasa. Air dalam air mani bahkan bisa membuat kulit terasa lebih kering. Apalagi jika Anda menderita penyakit rosacea, harus lebih berhati-hati,” ujar Dr Doris Day.

Benarkah sperma baik untuk kesehatan kulit wajah?


Faktanya, belum ada bukti ilmiah yang mendukung gagasan meletakkan air mani di kulit wajah. Sebaliknya, hal itu dapat memicu reaksi alergi berupa gatal-gatal karena beberapa kandungan zat di dalam sperma, juga dapat menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), tulis laman Health Line .

Adanya keyakinan bahwa zat bernama spermine atau agen antioksidan dan anti-inflamasi di dalam sperma yang diyakini dapat mencegah jerawat dan menghilangkan flek, belum ada bukti ilmiahnya untuk dikonfirmasi.

Benarkah zat spermine bermanfaat untuk anti-aging?

Spermin berasal dari spermidine, yakni sejenis antioksidan yang terdapat di sperma. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Nature Cell Biology, ditemukan bahwa menyuntikkan spermidine langsung ke dalam sel dapat memperlambat proses penuaan sel.

Tetapi efek apabila spermidine diterapkan atau dioleskan secara topikal atau langsung pada permukaan kulit belum diketahui secara pasti.

Lebih disarankan untuk menggunakan serum kecantikan yang mengandung vitamin C konsentrasi tinggi dan retinoid apabila menginginkan manfaat anti-aging atau anti penuaan. Juga pelembab kulit dengan kandungan glycerin serta hyalorunic acid yang banyak di pasaran.

Sperma mengandung protein, apakah baik untuk kulit?

Air mani memang mengandung 200 protein terpisah, namun jumlahnya sangat sedikit yakni hanya 5.040 miligram per 100 mililiter. Jumlah itu tidak akan memberi manfaat apa pun bagi kesehatan kulit Anda.

Protein yang ditemukan dalam produk perawatan kulit biasanya berbentuk peptida, dan asam amino yang membantu menjaga kulit tetap kencang. Sumber terbaik protein untuk menjaga kesehatan kulit adalah makanan.

Studi yang diterbitkan pada American Journal of Epidemiology menemukan bahwa makanan yang kaya protein nabati, buah, sayuran serta gandum utuh adalah terbaik untuk kecantikan kulit. Misalnya tahu, lentil, quinoa, buncis, serta kentang.

Kandungan zat dalam sperma

Gagasan yang menyebut bahwa sperma baik untuk digunakan dalam perawatan kulit berasal dari pengetahuan bahwa sperma mengandung banyak nutrisi. Beberapa jenis zat nutrisi yang terdapat di air mani antara lain:

Protein

Zinc

Magnesium

Urea, dll

Namun yang perlu digarisbawahi adalah, jumlah nutrisi yang ada pada sperma tersebut sangat sedikit, sehingga hampir tidak memiliki efek apa pun jika diaplikasikan pada permukaan kulit, demikian seperti dikutip laman Medical News Today.

Tentang pendapat yang menyebutkan bahwa menelan sperma juga dapat membantu mempercantik kulit serta memberi efek anti-aging, maka sebaiknya hal itu tidak dilakukan sebab berisiko menularkan penyakit infeksi seksual.

Beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui sperma adalah chlamydia, gonorrhea, HIV/Aids, dan lainnya. Belum lagi risiko alergi sperma yang mungkin dialami jika jenis kulit Anda sensitif seperti gatal-gatal, bengkak, juga ruam kemerahan.

(Tirto/Vina)

#Sperma #Kesehatan

Powered by Blogger.