Soal Dosen IAIN Kediri Lecehkan Mahasiswi, Polisi Minta Korban Segera Lapor

D'On, Kediri (Jateng),- Seorang dosen IAIN Kediri telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya. Namun kasus itu tak dilaporkan ke polisi.

Meski begitu polisi melakukan pemantauan terhadap kasus tersebut. Dan polisi meminta korban melakukan pelaporan.

"Kalau mengetahui dan monitor, kami sudah monitor. Mulai sejak ramai di sosmed hingga ada unjuk rasa di dalam kampus kami sudah monitor dan membantu jalannya unjuk rasa. Namun sekali lagi hingga saat ini belum ada yang melapor ke pihak Polres," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardhana, Rabu (1/9/2021).


Girindra mengatakan jika memang ada dan terjadi adanya dugaan pelecehan seksual, pihaknya berharap agar korban segera melapor ke Unit PPA Polres Kediri Kota.

"Kalau dari kami hingga saat ini memang belum ada laporan, tapi bukan berarti kami tinggal diam dan membiarkan terjadinya kegaduhan yang terjadi melalui media sosial. Untuk itu agar tidak berkepanjangan kami mengharap yang merasa 'speak up' di sosmed terkait adanya dugaan pelecehan melapor saja dan tidak mengumbar komentar di media sosial," jelas Girindra.

Sebelumnya Seorang dosen IAIN Kediri dilaporkan telah melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya. Kasus tersebut kini sudah ditangani internal kampus.

Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut awalnya muncul di media sosial dan ramai menjadi perbincangan warga Kota Kediri. Peristiwa tersebut kemudian berlanjut laporan sang mahasiswi ke pihak IAIN Kediri.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Kediri Wahidul Anam membenarkan adanya kasus tersebut. Dan kasus tersebut telah ditangani oleh pihak internal kampus.

"Laporan baru masuk beberapa minggu terakhir. Karena ada laporan resmi maka kita panggil sebagaimana biasa. Jadi yang pelapor dan terlapor kita panggil. Sudah dimintai keterangan," ujar Wahidul kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Wahidul mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku bahwa telah terjadi hal-hal yang dianggap tidak pantas oleh pelapor yang dilakukan oleh sang dosen. Wahidul menyebut apa yang dilakukan si dosen berupa pelecehan secara verbal.

"Kayaknya verbal, mungkin karena sensitif. Tidak sampai ada fisik," kata Wahidul.

Wahidul menambahkan dalam kasus hanya ada satu orang pelapor. Kasusnya pun hanya satu kali.

"Hanya satu orang, kejadiannya cuma satu kasus," tandas Wahidul.

Dari informasi yang dihimpun detikcom peristiwa pelecehan itu terjadi saat seorang mahasiswi tengah melakukan bimbingan skripsi di rumah sang dosen. Saat ini korban tengah dalam perlindungan pusat studi gender dan anak IAIN Kediri.

(*)

Powered by Blogger.