Habib Hasan: FPI itu mirip PKI, cuma beda simbol

D'On, Purworejo (Jateng),- Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman, Purworejo, Jawa Tengah, Habib Hasan bin Agil Baabud melihat ada kesamaan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebab, kata dia, keduanya sama-sama menggaungkan pemberontakan terhadap pemerintahan negara.

Maka, dengan begitu, Habib Hasan mengapresiasi keputusan pemerintah yang resmi membubarkan dan melarang seluruh kegiatan FPI di Indonesia.

“Bagi saya, mereka adalah pemberontak. Masak dalam dakwah kok yang diajarkan kebencian pada pemerintah yang ada, menjatuhkan pemerintahan dan presiden yang sah,” ujar Habib Hasan, dikutip dari Gatra, Senin 4 Januari 2020.

“Saya merasa gerakan mereka (FPI) mirip dengan PKI, hanya beda simbol. Dalam Islam, tidak diperbolehkan untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah. Bughot (pemberontak) harus kita tumpas!” sambungnya.

Habib Hasan menilai, sejak awal kemunculannya, FPI kerap menyerukan penolakan terhadap Pancasila. Padahal, kata tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, di negara yang masyarakatnya beragam, diperlukan satu ‘tali’ yang bisa mengikat atau menyatukan semuanya. Tali tersebut yang kemudian disebut Pancasila.

“Mereka (FPI) tidak mau menerima Pancasila dan UUD 45. Mereka ingin mengganti Pancasila bersyariah, NKRI bersyariah. Bagaimana bisa, untuk menyatukan sesama umat Islam saja susah, apalagi banyak agama. Pendiri negara ini mencetuskan dasar negara kita berdasar kesepakatan dan sudah final,” terangnya.

Lebih jauh, Habib Hasan mengatakan, meski FPI acap menyebut diri mereka sebagai organisasi Islam, namum manuver mereka justru mengarah ke jalur politik. Bahkan, slogan ‘kembali ke Alquran dan Sunah’ yang selalu mereka gaungkan sejatinya hanya kampanye yang menyesatkan.

“Sebenarnya, ormas yang gerakannya sama seperti FPI banyak, yang tanpa nama juga ada. Slogan mereka kembali Alquran dan As Sunnah, hanya kampanye yang menyesatkan. Bungkusnya saja yang agama, tapi sebenarnya gerakan politik,” tegasnya.

Habib Hasan urai dampak yang terjadi andai FPI tak dibubarkan

Habib Hasan menyebut, kemunculan FPI sejatinya mengancam kedaulatan negara. Maka, kata dia, keputusan pemerintah membubarkan kelompok berpakaian serba putih tersebut sejatinya sudah tepat, alias tidak keliru.

“Pembubaran FPI adalah suatu keharusan. Karena gerakan FPI sudah mengancam kedaulatan negara, maka harus dibubarkan. Mereka makin lama makin berkembang dan makin dapat banyak simpati.”

“Ajaran Agama Islam tidak ada pemaksaan (radikal) jika mempelajari dakwah Islam dengan benar, Islam di Indonesia ini beda dengan negara lain. Jika negara lain penyebarannya berbenturan dengan penduduk pribumi, maka di Indonesia tidak,” kata Habib Hassan.


Sumber:gatra/hops.id

No comments

Powered by Blogger.