Polisi Telusuri Perekam dan Penyebar Video Persekusi Perempuan Setengah Telanjang di Pasaman

D'On, Pasaman Timur (Sumbar),- Polisi menelusuri video aksi persekusi terhadap seorang perempuan berinisial MY (25) yang diunggah di salah satu akun YouTube. Video tersebut telah dihapus dari situs berbagi video tesebut, namun terlanjur beredar di media sosial lainnya, seperti Facebook dan Whatsapp.

Dihapusnya video itu dari YouTube membuat polisi kesulitan melacak pelaku. Insiden itu sendiri diyakini terjadi di Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

“Kami melakukan penelitian, cuman sudah dihapus semuanya. Jadi kami sedikit kesulitan. Pelacakan dan teliti sudah, hanya berkas sudah dihapus dan tidak dapat barang bukti,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, Sabtu (5/9/2020).

Namun meski telah dihapus, Dedi mengakui, video yang dialami perempuan itu kembali beredar di WhatsApp. Hal ini menurutnya tidak bisa dibendung dan di luar kemampuan pihak kepolisian.

“Tindakan warga tersebut sangat tidak positif, mengambil gambar dan menyebarnya. Tindakan persekusi kami masih upayakan. Tapi penyelesaian sudah ada, kita hargai. Kalau misalnya dengan ini nanti ada upaya memeriksa dan sebagainya menjadi pertimbangan kami,” katanya.

Dedi, Wali Jorong (kepala dusun) mengatakan telah mengambil langkah dengan menikahkan pasangan tersebut. Pihak dari keluarga pasangan ini juga telah menerima keadaan dan tidak mempermasalahkannya.

“Kami masih telusuri perekam dan yang menyebar. Walaupun sudah dibersihkan, kami terus cari orang yang pertama yang upload,” tegasnya.

Pihak kepolisian memastikan insiden di video perempuan tersebut bukan diarak tapi membawa pelaku ke kantor wali jorong setempat, warga marah karena sudah berulang kali mereka lakukan perbuatan mesum tersebut.

(dka/mond/okz)

No comments

Powered by Blogger.