Wacana Tes Massal Prajurit TNI, KSAD Akui Sulit jika Tidak Ada Bantuan


D'On, Bandung (Jabar),- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menanggapi keinginan pemerintah untuk melakukan tes swab massal kepada seluruh perwira TNI. Dia mengatakan hal tersebut akan sulit dilakukan tanpa bantuan, mengingat jumlah perwira yang akan dites sangat banyak.

"Selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana, lalu agennya (petugas kesehatan) untuk memeriksa," kata Andika saat menyambang Secapa AD, Sabtu (9/11/2020). Dia mengatakan akan dengan senang hati jika ada pihak yang bisa memberikan bantuan untuk tes swab seluruh TNI.

1. Klaster Secapa AD mencapai 1.280 dan ada pula

Andika menuturkan jumlah yang terpapar virus corona (COVID-19) dalam klaster di Secapa AD, Kota Bandung sempat mencapai 1.280 orang. Di antaranya, 991 personel merupakan siswa, dan 289 staf di Secapa beserta anggota keluarga dari staf.

"Jadi di situ ada anggota staf dengan rumahnya dengan keluarganya sehingga kami juga tidak bisa secara konklusif menyatakan bahwa penyebabnya itu A, B, C karena keluarga ini kan juga punya aktivitas, dan aktivitas di semua lembaga pendidikan itu kan bergantung pada situasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah," ujar Andika.

Selain di Secapa AD, ada pula perwira yang terpapar di Pusdikpom, Kota Cimahi. Total ada 101 prajurit yang terpapar, terdiri dari 25 orang staf dan 76 orang merupakan siswa. Baik mereka yang terpapar di Secapa AD maupun Pusdikpom sudah mendapatkan perawatan, ada yang di rumah sakit ada juga yang melakukan isolasi secara mandiri.

2. Aktivitas tetap berjalan normal dengan protokol kesehatan

Andika memastikan aktivitas pembelajaran di Secapa AD tetap berjalan. Saat ini, menurutnya, kegiatan belajar tidak terlalu padat. Menurutnya, calon perwira sudah menyelesaikan sebagian besar pembelajaran sebelum akhir masa pendidikan pada juli.

Dia menuturkan, terkait dengan protokol kesehatan yang diterapkan di tempat pendidikan militer, Andika memastikan protokol COVID-19 menjadi hal yang sangat diperhatikan di saat pandemik ini. Namun, karena dalam kompleks militer itu selain ada yang belajar tapi juga ada rumah tinggal sehingga pemantauan memang tidak mudah dijalankan.

"Kami isolasi mereka, tapi bukan di dalam barak saja, Tetap keluar, kepada setiap mereka kami belikan obat, misalnya kami awasi dalam hal istirahat," kata dia.

3. Awal mula kasus positif COVID-19 di Secapa AD terdeteksi

Awal mula kasus klaster baru ini diketahui setelah dua orang siswa calon perwira yang berobat ke Rumah Sakit Dustira TNI AD di Cimahi. Dari kunjungan ke rumah sakit itu, mereka berdua mengikuti tes pemeriksaan COVID-19.

"Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang. Tapi ternyata mereka dilakukan swab testdan positif," kata Andika di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung.

Atas dasar dua siswa yang positif itu, ia memerintahkan seluruh siswa dan staf yang ada di Secapa AD untuk dilakukanrapid test. Alhasil, ditemukan 187 orang di lembaga pendidikan militer itu dinyatakan reaktif.

Swab test kemudian dilakukan terhadap seluruh siswa maupun staf Secapa. 
Berdasarkan tes yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction, ditemukanlah sekitar 1.200 personel TNI di Secapa yang dinyatakan terinfeksi COVID-19.

4. Mayoritas mereka yang terpapar tidak merasakan gejala apa pun

Dari 1.280 orang yang positif COVID-19 dalam klaster Secapa AD, menurutnya, mayoritas tidak menunjukkan gejala apa pun. Hanya sedikit personel yang dirawat karena bergejala atau pun mengidap penyakit penyerta.

Sejauh ini, ada 16 personel yang masih dirawat di Rumah Sakit Dustira dalam status positif sementara satu lainnya telah dinyatakan negatif meski belum diizinkan pulang.

"Dan 16 yang masih positif tapi semuanya sudah tidak merasakan gejala apapun juga. Yang satu negatif tetap di sana karena memang masalah TBC atau paru-paru," kata Andika.

(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.