Organisasi Mafia Amerika Latin Ikut Terancam Pandemi Covid-19

D'On, Amerika Latin,- Pandemi virus corona (COVID-19) membuat semua pihak di semua level harus melakukan penyesuaian dalam aktivitas, mengingat banyaknya pembatasan yang dilakukan pemerintah demi menekan angka penularan. Tak terkecuali bagi organisasi kejahatan di Amerika Latin, seperti Kolombia, Brasil, dan Meksiko.

Seperti halnya bisnis lain, organisasi kejahatan Amerika Latin juga menghadapi ancaman eksistensial karena gangguan besar pada rantai pasokan internasional mereka.

Dilansir BBC, sindikat kejahatan mengalami sejumlah kesulitan. Kartel Meksiko misalnya, dikatakan mengalami kemerosotan drastis dalam penjualan narkoba, selain itu pasokan bahan-bahan pembuat narkoba yang biasa didatangkan dari China juga terhambat. Kesulitan bertambah dengan penutupan perbatasan AS-Meksiko sehingga penyelundupan macet.

Hal ini membuat risiko perang antargeng meningkat, pasalnya peluang untuk memasok barang semakin kecil. Pernyataan ini didukung dengan statistik yang dirilis media Meksiko, Milenio, yang mencatatkan angka pembunuhan bulanan tertinggi dalam 13 tahun terakhir pada bulan Maret lalu.

Di kota-kota perbatasan yang secara historis dilanda kekerasan Kartel, tren itu juga dirasakan. Di Ciudad Juarez, 153 orang tewas pada bulan Maret, lebih banyak dari bulan apa pun sejak Agustus 2018.

Meskipun ada gangguan pada bisnis mereka, organisasi kejahatan Amerika Latin masih berusaha mengirim sejumlah besar obat-obatan terlarang ke seberang perbatasan.

Sepanjang tahun ini, pasukan keamanan Kolombia telah terlibat dalam operasi yang mengarah pada penyitaan 112 ton kokain. Pada tanggal 31 Maret, angkatan laut Kolombia mencegat kapal selam Kartel di lepas pantai Pasifik Kolombia yang membawa satu ton kokain ke Amerika Serikat. Itu adalah kapal kedua belas yang akan disita tahun ini.

Pihak berwenang Brasil telah mengakui kekuatan geng di banyak daerah perkotaan.

Untuk beradaptasi pada hambatan yang ada, organisasi juga berusaha mengambil hati masyarakat di mana mereka membuat skema kesejahteraan informal di masyarakat yang paling terdampak pandemi dan yang menerima sedikit atau tidak sama sekali bantuan dari pemerintah.

Beberapa organisasi kejahatan yang dilaporkan telah membagikan paket makanan adalah Kartel Generasi Baru Jalisco, Kartel Teluk, dan Kartel Los Viagras.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador telah memerintahkan organisasi kejahatan untuk berhenti menyumbangkan paket makanan selama pandemi corona.

Sementara di Brasil, Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta mengatakan kepada pejabat setempat awal bulan ini untuk bernegosiasi dengan para raja narkoba dan pemimpin geng tentang bagaimana menghentikan penyebaran virus corona. Mandetta mengatakan bahwa pihak berwenang harus realistis tentang siapa yang berkuasa di lingkungan miskin.

"Kita harus memahami bahwa ini adalah daerah-daerah di mana negara sering absen dan yang bertanggung jawab adalah pengedar narkoba," katanya, dilansir dari laman BBC, Rabu (22/4).

Terlepas dari upaya adaptasi yang dilakukan organisasi kejahatan, posisi mereka tetap rentan karena pandemi.

"Ada kemungkinan bahwa dalam beberapa minggu atau bulan ke depan, periode kelemahan besar untuk kejahatan terorganisir akan tercapai, tepat pada saat ketika negara akan memperluas kekuasaanya," tulis pakar keamanan Meksiko Alejandro Hope di harian Meksiko El Universal.

"Ketika kehidupan di negara itu kembali normal, pola lama perdagangan ilegal dan kegiatan kriminal akan kembali," tambahnya.

Lebih lanjut, Hope mengatakan bahwa masa pandemi bisa dimanfaatkan negara untuk membongkar dan menumbangkan organisasi kejahatan, menunjukkan kehadiran negara, serta memperbaiki hubungan rakyat dan aparat.

Source: BBC/Reuters

No comments

Powered by Blogger.