Luncurkan Aplikasi SIPANTAU, Pemprov Sumbar Siap Tracing COVID-19


D'On, Padang (Sumbar),- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan aplikasi SIPANTAU untuk menekan angka  penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19. Aplikasi yang dibuat oleh tim Informasi dan Teknologi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat tersebut, berfungsi untuk lakukan tracing ke seluruh pendatang yang masuk ke wilayah Ranah Minang.

Mulai dari petugas jaga yang berada di masing-masing posko checkpoint yang ada di 9 titik kawasan perbatasan, tim Gugus tugas Provinsi dan Kabupaten Kota, hingga ke Wali Nagari, Camat, Kepala Kampung, Babinsa , an Bhabinkamtibmas, akan diberikan layanan akses agar dapat mengetahui siapa saja yang masuk ke daerah mereka masing-masing.

1. Tracing semua orang

Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, aplikasi SIPANTAU ini merupakan inovasi yang diciptakan Dinas Komunikasi dan Informatika. Tujuannya adalah, untuk mempermudah tim gugus COVID-19 untuk melacak riwayat perjalanan siapa saja yang baru masuk ke Sumatera Barat. Aplikasi Sipantau ini nantinya akan dimanfaatkan oleh petugas di posko penjagaan, hingga camat , Wali Nagarim dan sebagainya.

“Aplikasi SIPANTAU ini akan tracing semua orang. Dimanfaatkan oleh Wali Nagari, camat, kepala kampung. Bagi mereka yang sudah dipantau sesuai dengan instruksi kita, mereka harus isolasi selama 14 hari, terutama yang datang dari luar Sumatera Barat. Jika sudah diinstruksikan isolasi tapi mereka tidak isolasi mandiri, maka segera laporkan ke pihak kepolisian. Kita sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian,” kata Nasrul Abit, Senin (13/4).

2. Data dimasukkan oleh petugas di perbatasan

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat Ony Fajar Syahdi menjelaskan, aplikasi SIPANTAU yang dibangun ini, bertujuan mendata dan memantau seluruh pendatang atau pelintas yang masuk wilayah Sumbar melalui pintu-pintu perbatasan. Data yang diperoleh oleh petugas di posko, nanti akan dimasukkan ke dalam aplikasi SIPANTAU.

Selanjutnya, baik Gugus tugas yang ada di provinsi mau pun kabupaten dan kota serta otoritas terkait lainnya, diberikan akses sehingga bisa memantau secara langsung dengan menggunakan info tersebut. Aplikasi ini sudah bisa diunduh di aplikasi Android dan App Store.

“Nanti, seluruh data akan dimasukkan oleh petugas di posko. Data itu selanjutnya dapat diakses oleh yang punya wewenang. Jadi, bisa memantau siapa saja yang datang ke daerah masing-masing,” ujar Ony Fajar.

Ony menegaskan, meski diperuntukkan untuk melacak riwayat perjalanan, namun aplikasi ini tidak semua orang bisa akses. Hanya orang tertentu saja yang akan diberikan akses layanan seperti gugus tugas provinsi, kabupaten/kota, camat, hingga perangkat desa. Termasuk juga Babinsa dan Bhabinkamtibnas.

“Tidak semua orang bisa akses.Yang punya wewenang, yang bertanggung jawab akan kita berikan akses itu. Nanti, mereka bisa melihat apakah hari ini ada pendatang yang masuk ke perbatasan yang tujuannya ke daerah mereka. Data yang dimasukkan ada NIK, nama, alamat, juga daerah asal dan riwayat perjalanan serta tujuannya ke mana,” kata Ony Fajar. 

3. Jaringan internet aman

Ony Fajar memastikan, meski di beberapa titik perbatasan sebelumnya terkendala jaringan, namun saat ini sudah tidak lagi. Seluruh persoalan terkait dengan jaringan telekomunikasi sudah diatasi. Diskominfo Sumbar sudah berkoordinasi dengan beberapa operator untuk mengatasi persoalan jaringan komunikasi.

“Dan yang kawasan tidak ada sinyal, kita coba atasi dengan bantu mobil satelit yang ada di Diskominfo. Termasuk juga yang ada di BPBD,” tutup Ony Fajar.

(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.