Kencan Berujung Maut, Ternyata Ini Motif Pembunuhan Perempuan di Depok


D'On, Depok (Jabar),- Penyidikan atas kasus pembunuhan perempuan paruh baya di Depok,Jawa Barat pada Rabu (15/4) lalu terus berlanjut. Setelah 2 pelaku berhasil ditangkap 10 hari berselang, kini polisi melakukan pra-rekonstruksi di lokasi DNK (51) meregang nyawa.

Beberapa fakta baru terungkap setelah polisi melakukan penyidikan mendalam di tempat kejadian perkara. Mulai dari hubungan antara pelaku dan korban, hingga motif yang mendasari pembunuhan. 

1. Pembunuhan didasari motif ekonomi, kedua pelaku membekali diri dengan senjata

Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya semula menyusun sembilan adegan dalam penyidikan pra-rekonstruksi. Namun saat di TKP ternyata ditemukan keterangan baru dari kedua pelaku, IR (17) dan RT (25), sehingga bertambah jadi 18 adegan yang menunjukkan bagaimana mereka melakukan pembunuhan tersebut.

Hasilnya, ditemukan fakta bahwa pelaku menghabisi nyawa korban didasari oleh motif ekonomi.

“Dari rekonstruksi ini, kami Insyaallah sudah mengetahui, memang motif utama ya ekonomi, ingin menguasai barang dari korban,” kata Azis kepada wartawan usai gelar pra-rekonstruksi di lokasi perkara, Situ Pengarengan Depok, Selasa (28/4).

Azis menjelaskan, kedua pelaku ini memang berniat mencari uang dengan cara bengis, karena dari awal sudah membekali diri dengan senjata tajam. Mulanya mereka berkeliling di daerah Jakarta untuk mencari mangsa, dan kemudian merampas hartanya dengan cara melukai atau membunuh sang korban.

“Mereka sebelum bertemu korban, sudah menargetkan beberapa korban lain secara random, namun tak berhasil,” kata Azis.

2. Korban awalnya diajak ke indekos, tapi justru dibawa ke Situ Pengarengan dan dibunuh

Lalu pada akhirnya, kata Azis, mereka bertemu dengan korban di bilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban yang diketahui berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), saat itu dibujuk pelaku untuk berkencan. Korban lantas dibonceng menuju indekos pelaku di Depok.

Namun belum sampai tujuan, kedua pelaku justru membelokkan motornya ke kawasan sekitar Situ Pengarengan. Dan kemudian di sanalah mereka menurunkan paksa korban, lalu melancarkan aksinya. Perempuan paruh baya itu dibunuh, lalu setelah itu perhiasan dan harta korban dirampas.

"Di TKP inilah kemudian korban dibunuh, diambil barang-barangnya, kalung, cincin, dompet, dan tas,” ujar Azis.

3. Kedua pelaku berprofesi pengamen jalanan, diduga melakukan kejahatan lain

Ia meyakini bahwa motif pembunuhan memang dilandasi faktor ekonomi, lantaran kedua pelaku dalam kesehariannya berprofesi sebagai pengamen jalanan.

“Meskipun awalnya katanya sakit hati, katanya karena asmara dan sebagainya, tapi dari pra-rekonstruksi ini diketahui memang murni untuk ekonomi. Untuk mencari harta dari korban,” jelas Azis.

Selain itu, justru polisi mencurigai ada tindakan kejahatan lain yang mereka lakukan, namun belum terungkap.

"Pelaku ini sehari-harinya pengamen. 
Hidupnya kurang, kami curigai mereka juga melakukan kejahatan-kejahatan lain karena hidupnya juga di jalanan. Bisa jadi ada kejahatan lain yg tidak besar pernah mereka lakukan,” ucap Azis.

(mond/IDN)

No comments

Powered by Blogger.