Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Putra Nagari Nan XX Ukir Sejarah: Raju Minropa, dari Lorong Kampung ke Kursi Tertinggi Birokrasi Padang

05 May 2026 | May 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T03:54:05Z

Putra Nagari Nan XX Ukir Sejarah: Raju Minropa, dari Lorong Kampung ke Kursi Tertinggi Birokrasi Padang



D'On, Padang - Suasana pagi di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Senin (4/5/2026), tak sekadar seremoni biasa. Di ruangan itu, haru dan kebanggaan bercampur menjadi satu saat Raju Minropa resmi mengucap sumpah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.


Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pelantikan pejabat. Tapi bagi warga Nagari Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, ini adalah cerita panjang tentang mimpi yang tumbuh dari tanah sederhana—dan akhirnya berdiri tegak di puncak birokrasi kota.


Dari Anak Nagari ke Jantung Pemerintahan


Raju, yang akrab disapa Raju M. Chaniago, bukan sosok yang tiba-tiba muncul di panggung utama. Ia adalah potret klasik birokrat yang ditempa waktu.


Lulusan STPDN angkatan 1999 ini memulai langkahnya dari bawah sebagai lurah, menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat. Dari sana, ia terus bergerak: Camat Padang Barat, Kabag Tata Pemerintahan, hingga memimpin sejumlah dinas strategis.


Jejaknya tidak hanya panjang, tapi juga lengkap.


“Birokrat seperti ini jarang. Paham sistem, tapi juga paham rakyat,” ujar Fadli Amran dalam sambutannya.


Pernyataan itu bukan sekadar pujian formal. Di mata banyak pihak, pengalaman Raju lintas sektor menjadikannya sosok yang tahu bagaimana kebijakan lahir.dan bagaimana dampaknya terasa di lapangan.


Momen yang Lebih dari Sekadar Jabatan


Saat sumpah jabatan diucapkan, ada yang tak terlihat tapi terasa kuat: kebanggaan kolektif.


Di Lubuk Begalung, kabar pelantikan ini menyebar cepat. Dari warung kopi hingga sudut-sudut kampung, nama Raju menjadi bahan cerita.


“Ini bukan hanya tentang beliau. Ini tentang kami semua,” kata Zalman E. Chaniago.


Bagi generasi muda, pelantikan ini seperti membuka jendela baru bahwa anak nagari pun bisa berdiri di posisi strategis, selama mau berproses.


Lebih dari itu, momentum ini terasa semakin kuat karena beriringan dengan kepemimpinan kota yang juga dekat dengan kalangan pemuda.


“Ini sinyal jelas: sekarang waktunya anak muda bergerak,” lanjut Zalman.


Amanah Besar, Tantangan Nyata


Namun di balik tepuk tangan dan ucapan selamat, ada tanggung jawab besar yang menanti.


Sebagai Sekda, Raju bukan hanya administrator. Ia adalah “mesin utama” birokrasi yang menentukan apakah roda pemerintahan berjalan mulus atau tersendat.


Di hadapannya, sederet pekerjaan menunggu:

  • Menjaga sinkronisasi antar OPD
  • Memastikan program prioritas berjalan tepat waktu
  • Mendorong reformasi birokrasi yang nyata
  • Mengawal penggunaan APBD secara efektif


Raju menyadari itu sepenuhnya.

“Ini amanah besar. Saya butuh dukungan semua pihak ASN dan masyarakat,” ucapnya dengan nada tenang, namun tegas.


Harapan yang Bertumbuh dari Akar


Cerita Raju Minropa bukan hanya tentang karier. Ini adalah kisah tentang akar tentang bagaimana seseorang tetap membawa identitas kampung halamannya ke ruang-ruang kekuasaan.


Dari Nagari Nan XX, ia melangkah jauh. Tapi langkah itu tidak memutus hubungan, justru memperkuat makna.


Kini, saat ia duduk di kursi Sekda, harapan ikut duduk bersamanya.


Harapan bahwa birokrasi bisa lebih dekat dengan rakyat.
Harapan bahwa pelayanan bisa lebih manusiawi.
Dan harapan bahwa lebih banyak lagi “Raju-Raju berikutnya” akan lahir dari sudut-sudut nagari.


Di Kota Padang hari itu, sebuah jabatan memang telah diisi.
Namun lebih dari itu, sebuah cerita telah ditulis tentang mimpi, kerja keras, dan kebanggaan yang pulang ke asalnya.


(*)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update