Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fokus di Jalan, Bukan di Layar: Satu Detik Lengah, Nyawa Jadi Taruhan

05 May 2026 | May 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T07:05:57Z

Fokus di Jalan, Bukan di Layar: Satu Detik Lengah, Nyawa Jadi Taruhan



D'On, Padang — Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas, kepolisian kembali mengingatkan satu hal sederhana namun kerap diabaikan: jangan gunakan handphone saat berkendara. Pesan ini dikemas dalam sebuah kampanye visual yang kuat menegaskan bahwa fokus di jalan adalah kunci utama keselamatan.


Dalam materi kampanye tersebut, ditegaskan bahwa penggunaan handphone saat mengemudi meningkatkan risiko kecelakaan hingga empat kali lipat. Aktivitas yang terlihat sepele seperti membalas chat, menerima telepon, membuka media sosial, hingga menonton video, terbukti dapat mengalihkan perhatian pengendara dari kondisi jalan yang dinamis dan penuh risiko.


Tak hanya itu, kampanye ini juga menguraikan dampak nyata dari kelalaian tersebut. Mulai dari kehilangan kendali kendaraan, potensi tabrakan, hingga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Visual yang ditampilkan dua kendaraan yang bertabrakan menjadi simbol keras bahwa kecelakaan bisa terjadi dalam hitungan detik.


Pesan utama yang ingin disampaikan sangat jelas:
“Satu detik lengah bisa berakibat fatal.”


Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan kebiasaan aman sebelum dan selama berkendara. Di antaranya mengaktifkan mode senyap pada ponsel, menggunakan perangkat hands-free jika terpaksa menerima panggilan, serta menepi ke tempat aman bila harus menggunakan handphone.


Direktur Lalu Lintas, Mohammad Reza Chairul Akbar Siddiq, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan menyangkut keselamatan jiwa.


“Kecelakaan sering kali bukan disebabkan oleh kondisi jalan atau kendaraan, tetapi oleh hilangnya fokus pengemudi. Handphone adalah distraksi paling umum saat ini. Satu notifikasi saja bisa membuat mata lepas dari jalan, dan itu cukup untuk menciptakan tragedi,” ujarnya kepada dirgantaraonline.co.id


Ia juga menambahkan bahwa disiplin berkendara harus dimulai dari kesadaran pribadi, bukan sekadar takut pada sanksi hukum.


“Keselamatan itu bukan soal ada atau tidaknya polisi di jalan. Ini tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kita ingin semua orang sampai di tujuan dengan selamat, karena di rumah ada keluarga yang menunggu,” lanjutnya dengan tegas.


Kampanye ini menjadi pengingat bahwa teknologi, meskipun memudahkan hidup, juga bisa menjadi ancaman jika digunakan pada waktu yang tidak tepat. Jalan raya bukan tempat untuk membagi perhatian.


Di akhir pesan kampanye, terselip imbauan sederhana namun penuh makna:
Gunakan sabuk pengaman, patuhi aturan lalu lintas, dan tetap fokus. Karena keselamatan adalah prioritas utama.


(Mond)


#PoldaSumbar #DirlantasPoldaSumbar #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update