Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lelang Jabatan Kadis Perdagangan Padang Disorot: Sudah Ada “Pemenang” Sebelum Start?

21 April 2026 | April 21, 2026 WIB Last Updated 2026-04-21T16:01:41Z

Ilustrasi 



D'On, Padang - Seleksi terbuka untuk kursi panas Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang kini tak lagi sekadar ajang adu gagasan ia menjelma menjadi arena kecurigaan publik. Bukan siapa yang paling layak yang ramai dibicarakan, melainkan satu pertanyaan tajam: apakah pemenangnya sudah ditentukan sejak awal?


Isu “pengantin” yang beredar bukan lagi bisik-bisik pinggiran. Ia kini berdiri di tengah panggung, menantang Panitia Seleksi (Pansel) untuk membuktikan bahwa proses ini benar-benar bersih, bukan sekadar sandiwara administratif berbungkus meritokrasi.


Tujuh Nama, Satu Bayangan


Dari tujuh kandidat yang lolos seleksi makalah, publik melihat lebih dari sekadar kompetisi. Mereka melihat pola.


Basril, Fizlan Setiawan, Fuji Astomi, Otto Sarbi MT Damanik, Perwita Sari, Rio Ebu Pratama, dan Zahirwan nama-nama ini seharusnya berdiri setara di garis start. Namun realitas di lapangan memberi kesan berbeda: ada satu figur yang disebut-sebut sudah berlari lebih dulu bahkan sebelum peluit dibunyikan.


Perpanjangan Waktu yang Mengundang Curiga


Keputusan memperpanjang masa pendaftaran bukan sekadar teknis ia menjadi titik api.


Di mata publik, ini bukan kebetulan. Ini terlihat seperti pintu yang sengaja dibuka untuk seseorang yang “ditunggu”. Narasi pun berkembang liar: apakah ini sekadar fleksibilitas, atau strategi halus untuk memastikan kandidat tertentu bisa masuk dan menang?


Jika ini kompetisi, mengapa aturan bisa berubah di tengah jalan?


Jejak STPDN dan Lingkar Kekuasaan


Fakta bahwa beberapa kandidat berasal dari almamater yang sama STPDN (IPDN) menambah lapisan kecurigaan. Lebih sensitif lagi, Ketua Pansel juga berasal dari lingkar yang sama.


Di birokrasi, jaringan bukan hal tabu. Tapi ketika jaringan bertemu dengan kekuasaan dalam satu proses seleksi, publik berhak bertanya: apakah ini masih adil, atau sudah jadi permainan internal?


Di antara semua nama, Rio Ebu Pratama muncul sebagai figur paling kuat. Rekam jejaknya di lapangan diakui. Namun yang menjadi sorotan bukan hanya prestasinya melainkan kedekatannya dengan pucuk pengambil keputusan.


Ketika kompetensi bertemu “chemistry”, publik mulai ragu: mana yang lebih menentukan?


Ujian Besar: Integritas atau Formalitas


Jika benar Rio Ebu adalah pilihan terbaik, maka seharusnya ia menang dengan cara yang tak menyisakan celah kecurigaan. Transparansi bukan lagi pilihan ia adalah keharusan.


Karena jika proses ini terlihat seperti sekadar formalitas untuk mengesahkan skenario yang sudah disusun rapi, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tapi juga harga diri sistem merit itu sendiri.


Publik Menunggu, Bukan Sekadar Hasil


Ini bukan lagi soal siapa yang dilantik. Ini soal bagaimana ia sampai ke sana.


Apakah Kota Padang akan mendapatkan pemimpin yang lahir dari kompetisi jujur, atau sekadar menyaksikan seremoni akhir dari sebuah “drama” yang sudah lama ditulis?


Jika hasilnya sudah bisa ditebak sejak awal, maka seleksi ini bukan kompetisi.


Ini hanya panggung. Dan publik bukan lagi penonton yang mudah percaya.


(Mond)


#Padang #Daerah #LelangJabatan

×
Berita Terbaru Update