D'On, Sukabumi - Kengerian nyata terjadi di Kota Sukabumi. Hanya gara-gara uang tak cukup untuk membayar miras oplosan, seorang pria muda berinisial RR (29) harus meregang nyawa setelah dikeroyok secara brutal.
Insiden ini bukan sekadar perkelahian biasa ini adalah potret kelam bagaimana miras ilegal, emosi tak terkendali, dan kekerasan jalanan berpadu menjadi tragedi mematikan.
Di sebuah lapak jamu yang diduga kuat menjadi kedok penjualan miras oplosan, RR datang sebagai pembeli. Namun transaksi berubah menjadi konflik. Perdebatan soal kekurangan uang memicu amarah. Kata-kata berubah menjadi ancaman, dan dalam hitungan detik, situasi meledak.
RR tak hanya dipukul ia diserang tanpa ampun. Diduga pelaku menggunakan senjata tajam dalam aksi pengeroyokan yang berlangsung cepat namun mematikan. Tak ada ruang untuk melawan, tak ada kesempatan untuk kabur.
Tubuhnya ditemukan terkapar dengan luka serius, lalu dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH. Di sana, nyawanya sempat dipertahankan dengan segala upaya medis. Namun luka yang diderita terlalu parah.
“Pasien datang dalam kondisi sangat kritis, kesadaran menurun, dengan luka berat di beberapa bagian tubuh,” ungkap pihak rumah sakit.
Upaya penyelamatan berakhir sia-sia. RR meninggal sebelum sempat mendapatkan penanganan operasi.
Sementara itu, pelaku kabur meninggalkan jejak darah dan ketakutan. Polisi kini memburu mereka, menyisir lokasi, dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam aksi keji ini.
Kasus ini bukan hanya soal kriminalitas ini alarm keras tentang bahaya laten miras oplosan yang terus beredar bebas. Bukan hanya merusak tubuh, tapi juga memicu kekerasan yang bisa berujung kematian.
Satu nyawa melayang. Dan semuanya bermula dari segelas oplosan dan harga yang tak terbayar penuh.
(L6)
#Peristiwa #Pengeeoyokan #Kriminal #MirasOplosan
