D'On, LIMAPULUH KOTA — Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (17/3/2026) dini hari memicu bencana longsor yang menutup total ruas jalan penghubung antara Jorong Landai dan Jorong Sungai Datar, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.
Material longsor berupa tanah bercampur bebatuan besar dilaporkan menimbun seluruh badan jalan. Akibatnya, akses vital antar jorong itu lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini langsung berdampak pada aktivitas warga. Mobilitas masyarakat terhenti, distribusi kebutuhan pokok terganggu, hingga akses anak-anak menuju sekolah terpaksa terputus.
Sejumlah warga menyebut longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut tanpa henti sejak dini hari. Struktur tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama runtuhnya tebing di sepanjang jalur tersebut.
“Tanah tiba-tiba turun dan menutup jalan sepenuhnya. Tidak ada yang bisa lewat,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya alat berat yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.
Selain melumpuhkan akses, longsor ini juga memunculkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Harau masih tinggi.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar lebih serius dalam mitigasi bencana, khususnya di kawasan rawan longsor seperti Nagari Harau. Tanpa langkah cepat dan antisipasi yang matang, bukan tidak mungkin bencana serupa akan terus berulang dan mengancam keselamatan warga.
(Mond)
#Peristiwa #Longsor #Daerah #KabupatenLimapuluhKota
