-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Setelah Dicopot, Sahroni Resmi Kembali Duduki Kursi Pimpinan Komisi III

19 February 2026 | February 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T08:27:00Z

Ahmad Sahroni Kembali Dilantik jadi Pimpinan Komisi III DPR



D'On, Jakarta - Ahmad Sahroni resmi kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah dilantik dalam rapat internal komisi, Kamis (19/2/2026). Politikus Partai NasDem itu menggantikan Rusdi Masse Mappasessu yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.


Pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Dasco membacakan surat dari Fraksi Partai NasDem bernomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tertanggal 12 Februari 2026 sebagai dasar pergantian pimpinan di Komisi III.


“Yang semula saudara Rusdi Masse Mappasessu A24 digantikan Ahmad Sahroni A38. Ahmad Sahroni akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse,” ujar Dasco di hadapan anggota komisi.


Setelah pembacaan surat, pimpinan rapat meminta persetujuan forum. Serentak, anggota Komisi III menyatakan setuju. Palu diketuk menandai kembalinya Sahroni ke jajaran pimpinan komisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan tersebut.


Refleksi atas Sanksi MKD


Kembalinya Sahroni bukan tanpa catatan. Ia sebelumnya sempat dicopot dari kursi pimpinan Komisi III menyusul pernyataannya yang menyebut pihak yang ingin membubarkan DPR sebagai “tolol”. Ucapan tersebut memicu polemik luas dan berujung pada proses etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).


Usai pelantikan, Sahroni menyampaikan apresiasi kepada MKD DPR yang telah memproses dirinya secara etik. Ia mengakui sanksi tersebut menjadi pembelajaran penting dalam perjalanan politiknya.


“Terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Sahroni.


Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa ia berupaya memperbaiki komunikasi politiknya di ruang publik. Dalam dinamika politik yang sensitif, terutama terkait isu lembaga legislatif, setiap pernyataan pejabat publik memang memiliki konsekuensi besar.


Dinamika Internal dan Strategi Fraksi


Pergantian pimpinan Komisi III ini juga menunjukkan dinamika internal Fraksi Partai NasDem di DPR. Dengan mengajukan kembali nama Sahroni, fraksi seolah memberi pesan bahwa proses etik telah tuntas dan kepercayaan politik dipulihkan.


Langkah ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi sekaligus penguatan posisi fraksi di komisi strategis. Komisi III selama ini menjadi salah satu komisi paling sorotan publik karena bermitra dengan institusi penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Kementerian Hukum dan HAM.


Tantangan ke Depan


Kembalinya Sahroni terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kinerja DPR, khususnya dalam isu-isu penegakan hukum dan reformasi sistem peradilan. Sebagai Wakil Ketua Komisi III, ia akan menghadapi ekspektasi tinggi untuk menjaga kualitas pengawasan dan memperkuat kredibilitas lembaga.


Momentum ini menjadi ujian kedua bagi Sahroni bukan hanya untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pimpinan komisi, tetapi juga menunjukkan kedewasaan politik setelah melewati badai kontroversi.


Dengan palu yang telah diketuk dan persetujuan forum yang bulat, satu babak baru pun dimulai di Komisi III. Kini publik menanti: apakah kembalinya Sahroni akan membawa stabilitas dan produktivitas, atau justru kembali memicu dinamika baru di panggung parlemen?


(L6)


#Nasional #DPR #AhmadSahroni

×
Berita Terbaru Update