-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Doa Menjelang Ramadan, Amalan Penyambut Bulan Suci yang Penuh Keberkahan

06 February 2026 | February 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T07:30:33Z

Ilustrasi Berdoa 



Dirgantaraonline - Memasuki bulan Februari, umat Islam telah berada di bulan Syakban menurut kalender Hijriah. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi gerbang terakhir sebelum datangnya bulan suci Ramadan, bulan yang paling mulia dalam Islam.


Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pendidikan ruhani yang di dalamnya terdapat pengampunan dosa, pelipatgandaan pahala, serta peluang besar untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa Ramadan sebaiknya disambut dengan persiapan yang matang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.


Persiapan tersebut dilakukan melalui doa, niat, taubat, serta peningkatan kualitas ibadah sejak sebelum Ramadan tiba. Bahkan, Rasulullah SAW dan para sahabat telah mencontohkan kebiasaan mempersiapkan diri sejak bulan Rajab dan Syakban.


Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)


Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadan adalah sarana pembentukan takwa, sehingga menyambutnya dengan doa dan kesiapan hati menjadi sebuah kebutuhan, bukan sekadar tradisi.


Doa Menyambut Awal Ramadan


Salah satu doa yang sering dibaca oleh umat Islam menjelang Ramadan adalah doa yang diriwayatkan dalam berbagai kitab doa dan atsar ulama. Doa ini mencerminkan kesiapan lahir dan batin seorang muslim dalam menyambut bulan suci.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي وَسَلِّمْهُ مِنِّي

Allahumma sallimnī li Ramaḍāna, wa sallim Ramaḍāna lī, wa sallimhu minnī.


Artinya:
“Ya Allah, selamatkanlah aku agar mampu beribadah di bulan Ramadan, selamatkanlah kedatangan Ramadan untukku, dan jagalah aku dari perbuatan maksiat selama bulan Ramadan.”


Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Seorang muslim tidak hanya meminta umur panjang agar dapat bertemu Ramadan, tetapi juga memohon keselamatan iman, kesehatan jasmani, serta perlindungan dari dosa yang dapat mengurangi nilai ibadahnya.


Doa Memohon Dipertemukan dengan Ramadan


Doa berikut merupakan doa yang paling populer dibaca sejak bulan Rajab dan Syakban. Doa ini mencerminkan harapan agar Allah Swt memberikan keberkahan hidup dan kesempatan beribadah di bulan Ramadan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramaḍān.


Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”


Dalam Musnad Imam Ahmad disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ


Artinya:
“Apabila Nabi Muhammad SAW memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, serta berkahilah kami di bulan Ramadan.”


Sebagian ulama menilai hadis ini lemah dari sisi sanad, namun tetap boleh diamalkan karena termasuk dalam keutamaan amal (faḍā’ilul a‘māl). Doa ini juga mencerminkan sikap optimisme dan harapan seorang hamba terhadap rahmat Allah Swt.


Niat Puasa Ramadan dan Maknanya


Niat merupakan syarat sah puasa Ramadan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)


Lafaz niat yang biasa dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”


Namun, para ulama sepakat bahwa niat hakikatnya berada di dalam hati, bukan pada ucapan lisan. Mengucapkan niat hanyalah sarana untuk membantu menghadirkan kesadaran ibadah.


Amalan dan Doa Lain Menyambut Ramadan


Selain doa, Rasulullah SAW juga mencontohkan persiapan Ramadan melalui peningkatan ibadah sejak bulan Syakban. Aisyah RA berkata:

 

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah dibandingkan di bulan Syakban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Hal ini menunjukkan bahwa doa menjelang Ramadan sebaiknya diiringi dengan:

  • Memperbanyak istigfar dan taubat
  • Meningkatkan tilawah Al-Qur’an
  • Melatih puasa sunah
  • Memperbaiki hubungan sosial dan memaafkan sesama


Allah Swt berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk serta pembeda antara yang hak dan batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)


Menyambut Ramadan dengan Hati yang Siap


Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.”


Hadis ini sering dijadikan motivasi oleh para ulama agar umat Islam menyambut Ramadan dengan hati yang lapang dan penuh harapan, bukan sekadar rutinitas tahunan.


Dengan demikian, doa menjelang Ramadan bukan hanya rangkaian lafaz, melainkan bentuk kesadaran spiritual bahwa Ramadan adalah anugerah besar. Menyambutnya dengan doa, niat yang tulus, dan kesiapan ibadah merupakan tanda keimanan dan kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya.


(*)


#Islami #Religi 

×
Berita Terbaru Update