Breaking News

Umat Muslim Dianjurkan Membaca Doa-Doa Ini Saat Menghadapi Bencana Banjir Besar

Ilustrasi Berdoa

Dirgantaraonline -
Ketika curah hujan ekstrem melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah kembali dilaporkan terendam banjir besar khususnya di wilayah pulau Sumatera. Di tengah kepanikan evakuasi, hilangnya harta benda, hingga terputusnya akses transportasi, sebagian warga memilih menenangkan hati dengan cara yang paling dekat dengan keseharian mereka: berdoa.

Di beberapa masjid dan posko pengungsian, lantunan doa terdengar lirih namun mantap seolah berfungsi sebagai jangkar batin di tengah air yang tak kunjung surut.

Doa-Doa yang Disarankan Saat Banjir Melanda

Para ulama menegaskan bahwa Islam menyediakan pedoman spiritual yang dapat menenangkan jiwa dalam situasi genting seperti banjir besar. Doa-doa ini bukan sekadar rangkaian lafaz, melainkan permohonan perlindungan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

1. Doa Berlindung dari Musibah Mendadak

Doa yang bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud ini menjadi salah satu yang paling sering dibaca saat bencana datang tiba-tiba.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan darimu, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, serta dari seluruh kemurkaan-Mu.”

Beberapa warga yang ditemui menyebut doa ini seperti "penahan gelombang panik", terutama saat air tiba-tiba naik pada malam hari.

2. Doa Ketika Tertimpa Musibah

Ucapan Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn bukan hanya bentuk pasrah, tetapi juga permohonan agar Allah mengganti kesulitan dengan kebaikan yang lebih besar.

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Di banyak daerah, doa ini menjadi kalimat yang paling sering meluncur dari bibir warga yang sedang mengamankan barang-barang mereka sambil menggendong anak.

3. Doa Memohon Perlindungan

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung.”

Pendek, tajam, dan penuh harap. Doa ini kerap diulang bersama deru sirene tim penyelamat.

4. Doa Nabi Nuh AS Saat Menghadapi Air Bah

Dalam narasi bencana banjir, doa Nabi Nuh menjadi rujukan yang relevan. Warga menyebutnya sebagai doa "meminta tempat aman".

رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Doa ini biasanya dibacakan ketika warga dipindahkan menuju titik pengungsian yang lebih tinggi.

5. Doa Memohon Ketenangan dan Keselamatan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا

Selain meminta perlindungan fisik, doa ini juga menjadi permohonan agar hati tetap kuat menjalani ujian yang datang bertubi-tubi.


Suasana Spiritual di Tengah Evakuasi

Di salah satu posko pengungsian di Sumatera Barat, lampu darurat menggantung seadanya, anak-anak dibalut selimut tipis, dan para orang tua duduk berdekatan sambil memegang tas berisi barang-barang penting. Di tengah suasana itu, seorang ustaz lokal memimpin pembacaan doa bersama. Suaranya tidak keras, tetapi cukup untuk merajut ketenangan di ruangan yang dipenuhi kekhawatiran.

“Air bisa naik kapan saja, tapi doa membuat hati tidak ikut tenggelam,” ujar seorang relawan sambil mengatur pembagian makanan.

Fenomena serupa terjadi di berbagai wilayah lain. Di mushala yang setengah terendam, beberapa warga tetap melaksanakan salat dengan sajadah plastik. Usai salat, mereka kembali membacakan doa-doa perlindungan, berharap hujan segera reda.

Doa sebagai Pelindung Batin, Upaya sebagai Tindakan Nyata

Para tokoh agama mengingatkan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar: menjaga keselamatan, mematuhi instruksi pemerintah, dan menolong sesama.

“Doa adalah cahaya. Tapi kita tetap harus melangkah,” kata seorang ulama setempat.

Banjir mungkin merendam rumah dan jalanan, tetapi melalui doa, warga berusaha agar semangat dan harapan tidak ikut hanyut.

(***)

#KumpulanDoa #Religi #Islami