Breaking News

Kesiapsiagaan Teruji! Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami: Kisah Pemberani 800 Siswa SMPN 25 Padang

Simulasi Siaga Bencana 

D'On, Padang (Sumbar),-
Pada pukul 10.00 WIB, ketika belajar berlangsung dengan khidmat di SMPN 25 Padang, sebuah guncangan keras diiringi dengan suara sirine menggema, memecah keheningan ruang kelas. Namun, ketenangan siswa tidak tergoyahkan. Dengan cepat, mereka mengambil langkah penyelamatan diri, bersembunyi di bawah meja sambil melindungi kepala.

Tak ada kepanikan yang melanda. Seiring berakhirnya gempa, siswa-siswa itu segera bergerak menuju titik kumpul di lapangan depan, membaur dengan guru dan staf sekolah. Keputusan cepat diambil saat mereka melihat peringatan tsunami, segera menuju lantai empat gedung sekolah sebagai langkah antisipatif. Dengan tas di atas kepala sebagai pelindung, mereka menempati shelter di atas gedung, menunggu dengan penuh ketenangan.

Kepala sekolah, Lilis Suwarti, memberikan arahan bijak kepada siswa-siswinya, meneguhkan mereka untuk tetap tenang, berzikir, dan berdoa. Suasana damai mengisi shelter, mencerminkan kesiapan dan kedisiplinan yang telah ditanamkan.

Simulasi yang digelar dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2024 di Kota Padang ini menampilkan kerjasama yang solid di antara 770 siswa, 63 guru, dan staf sekolah, serta warga sekitar yang turut serta. Total sekitar 900 orang berhasil terlindungi di shelter SMPN 25.

SMPN 25 dipilih sebagai sekolah percontohan dalam pelaksanaan simulasi evakuasi bencana. Dengan tiga gedung sekolahnya, mereka mampu menampung hingga 2000 orang di shelter yang tersedia. Kepala sekolah, Lilis Suwarti, bersama seluruh tim, telah menjalankan prosedur evakuasi dengan baik, menunjukkan kesiapan dan profesionalisme yang patut diacungi jempol.

Patra Rina Dewi, Direktur Eksekutif KOGAMI Kota Padang, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan staf yang terlibat dalam simulasi ini. Dia menekankan pentingnya semangat kepala sekolah dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan.

Semangat kepala sekolah sebagai agen perubahan menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. KOGAMI dan BPBD Kota Padang berharap agar evakuasi dan mitigasi bencana bukan hanya sekadar tugas rutin, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif setiap individu.

Simulasi ini bukan hanya sekadar latihan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang dapat datang kapan saja. Dengan kerjasama dan kesigapan yang telah ditunjukkan oleh SMPN 25 Padang, harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siaga terhadap bencana semakin nyata.

(*)

#SimulasiSiagaBencana #HKBN #Padang