Breaking News

Masjid Darul Huda Gelar Itikaf Sepertiga Ramadan, Peserta Kebanyakan Anak-anak Remaja

Anak-anak Antusias ikuti Iktikaf di Masjid Darul Huda 

D'On, Padang (Sumbar),-
Masjid Darul Huda, yang terletak di Perumdam Punggai, Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, telah mempraktikkan Itikaf setiap tahunnya selama empat tahun terakhir pada sepertiga Ramadan. Praktik ini melihat peningkatan signifikan dalam partisipasi, dengan jumlah peserta yang kini mencapai ratusan, yang mayoritas adalah anak-anak.

Ketua Umum Masjid Darul Huda, Prajarso, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam Itikaf meningkat dari sekitar 5 hingga 10 peserta pada tahun pertama menjadi lebih dari 50 peserta dua tahun belakangan ini, dan mencapai lebih dari 100 peserta pada tahun ini. Menariknya, peserta Itikaf sebagian besar adalah anak-anak, dengan hampir 80 persen dari mereka adalah siswa SD, SMP, dan SMA yang tinggal di sekitar masjid.

Peningkatan partisipasi ini disambut baik oleh pengurus masjid, yang melihatnya sebagai indikasi bahwa Itikaf telah menjadi bagian penting dalam agenda ibadah anak-anak, membantu mereka memahami makna malam Lailatul Qadar.

Pengurus masjid, dengan bantuan Ikatan Remaja Masjid, secara ketat mengawasi kegiatan Itikaf anak-anak untuk memastikan tidak mengganggu kekhusukan ibadah jamaah dewasa lainnya. Kegiatan Itikaf dimulai dengan pendaftaran setelah salat subuh, diikuti oleh berbagai aktivitas ibadah seperti salat Isya, Tarawih, Witir, tadarusan, dan salat tahajud berjamaah.

Tentu saja, momen yang paling dinanti-nantikan oleh anak-anak selama Itikaf adalah sahur bersama yang diselenggarakan oleh pengurus masjid. Dana untuk sahur bersama ini berasal dari donasi dan sedekah jamaah serta pengurus, yang juga berupaya memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan usaha makanan milik jamaah untuk memasak sahur bagi peserta Itikaf.

Pembina Ikatan Remaja Masjid Darul Huda, Wanda Leksmana, menyoroti bahwa partisipasi anak-anak dalam Itikaf adalah hasil dari kesadaran dan kemauan mereka sendiri, bukan karena kewajiban. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memahami pentingnya menghabiskan sepertiga malam Ramadan di masjid, menantikan datangnya Lailatul Qadar, dan menikmati momen kebersamaan seperti sahur bersama.

Diharapkan bahwa pengalaman yang menyenangkan ini akan membekas dalam ingatan anak-anak, membantu mereka memahami dan menghargai nilai-nilai keagamaan serta mempererat hubungan dengan masjid dan komunitasnya.

(*)

#Iktikaf #Ramadan #Padang