Seorang Warga Dianiaya di Holywings Yogya, Diduga Ada Oknum Polisi Terlibat

D'On, Yogyakarta,- Seorang warga Yogyakarta, Bryan Yoga Kusuma, diduga jadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Holywings Yogyakarta, Jumat (3/6) malam.


Menurut keterangan tertulis dari pihak keluarga, Bryan saat itu bersama empat temannya. Sekitar pukul 23.30 WIB, Bryan diprovokasi oleh seseorang berinisial C.

"Dan berujung pada perkelahian di depan parkiran Holywings," demikian bunyi keterangan tertulis, Minggu (5/6).

Selanjutnya, C memanggil rekan lain yang berinisial L. Kemudian, L mengumpulkan petugas keamanan, preman, dan tukang parkir di lokasi.

Keluarga menyebutkan ada dugaan keterlibatan seorang anggota polisi saat penganiayaan.

"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang, dan ada juga (diduga) oknum polisi yang terlibat," ujar pihak keluarga.

Bryan dan seorang temannya, Albert Wijaya, diberikan pilihan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah bersama C dan L di Polres Sleman. Namun, di Polres Sleman, Bryan dan Albert kembali dianiaya meski sudah minta tolong petugas.

Albert melaporkan peristiwa ini kepada keluarga pada Sabtu (5/6) pagi. Saat itu, Bryan tengah dirawat di RSUD Sleman.

Paman Bryan, Anung Prajotho, mengatakan keluarga belum melaporkan peristiwa ini secara resmi ke Polres Sleman. Namun, dia mengatakan ada perwakilan dari Polres Sleman yang menjenguk Bryan.

"Tapi laporan lisan sudah, dan kemarin sudah ada petugas Polres Sleman yang menjenguk korban di RSUD Sleman. Karena kemarin keluarga baru fokus mengenai kondisi kesehatan korban," kata Anung dihubungi melalui pesan singkat.

Diwawancara terpisah, Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai menyatakan polisi tengah mendalami peristiwa dugaan penganiayaan di Holywings Yogyakarta itu.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dia memastikan kasus ini ditangani secara berimbang dan profesional meski ada dugaan keterlibatan anggota polisi.

"Kan ada dugaan kalau anggota polisi yang melakukan pemukulan, katanya kan gitu. Kita akan konfirmasi itu, kita proses. Kalau memang ada anggota yang salah, dan para pihak yang bertanggungjawab terkait dengan kejadian penganiayaan ini akan kita mintai pertanggungjawaban," katanya.


(kum/tsa)



#Penganiayaan #Kriminal #OknumPolisiAniayaWarga

Powered by Blogger.