Aksi Tolak Jokowi 3 Periode di Banda Aceh Dibubarkan, Demonstran Memar Dipukul

D'On, Aceh,- Demonstrasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh yang menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) tiga periode di Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Aceh, dibubarkan polisi pada Sabtu (2/4) pagi. Dua demonstran memar akibat pukulan pada saat pembubaran.


Koordinator lapangan, Mukhlisin, mengatakan, demonstrasi melibatkan sekitar 20 orang tersebut langsung dicegat polisi sesaat mereka tiba di Simpang Lima. Mereka sempat bernegosiasi dengan polisi, sebelum dibubarkan.

"Pas pembubaran itu Ikhsan dipukul, memar mukanya. Masih ada memarnya di muka. Sumardi lututnya tergores sampai celananya bolong karena diseret," kata Mukhlisin, Ahad (3/4).

Selain membubarkan massa, polisi turut menangkap lima demonstran. Mereka dibawa ke kantor Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Lima orang itu adalah Mukhlisin, Sumardi (Sekretaris Jenderal KAMMI Aceh), Ubay, Ikhsan Rabbani, dan Faisal.

"(Ditahan) dari pukul 11 siang sampai pukul 5 sore. Selama di sana, kami diinterogasi," ujar Mukhlisin.

Selain menolak perpanjangan masa jabatan presiden, demonstrasi itu juga meminta pemerintah mengevaluasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan memastikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

Massa juga meminta presiden menyingkirkan menteri antek neoliberal dan mengkaji ulang kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) karena dinilai menyengsarakan rakyat.

Polisi: Pembubaran karena Tidak Ada Izin

Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, Komisaris Suryo Sumantri Darmoyo, mengatakan polisi membubarkan demonstrasi itu karena massa tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari polisi.

"Unjuk rasa itu sudah menyalahi ketentuan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Karena tidak ada surat pemberitahuan yang seharusnya diberikan tiga hari atau 3x24 jam sebelum aksi unjuk rasa dilakukan," kata Suryo, Ahad.

Menurut Mukhlisin, mereka mengirim surat pemberitahuan ke polisi pada Jumat malam. "Ini aksi spontan. Awalnya ingin aksi berdua," ujarnya.

(*)

#Demo #Ricuh


Powered by Blogger.