Semeru Erupsi Lagi, Jalanan Tertimbun Material Vulkanik Asap Mengepul

D'On, Lumajang (Jatim),- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur dari udara menggunakan helikopter BNPB pada Senin (6/12).


Pada peninjauan itu, Suharyanto melihat langsung dampak dari kejadian bencana awan panas guguran Gunung Semeru setelah helikopter terbang rendah. Ia melihat sejumlah ruas jalan tertutup material vulkanik.

"Kondisi di sepanjang daerah aliran lahar di Curah Kobokan mengalami kerusakan dan tertutup material vulkanik dari awan panas guguran Gunung Semeru," kata Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12).

Selain itu, Suharyanto juga melihat beberapa vegetasi yang ada di sepanjang daerah ailran lahar di Curah Kobokan juga mengalami kerusakan dan banyak pohon yang tumbang dan mati.

Suharyanto menerangkan kerusakan jembatan Gladak Perak di Desa Curah Kobokan terlihat dari atas. Jembatan itu memutus jalur darat antara Lumajang menuju Malang.

Sampai saat ini, ia menyampaikan sepanjang aliran lahar itu juga masih terdapat kepulan asap.

"Visual lain yang didapatkan dari pantauan udara adalah kerusakan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran daerah aliran lahar di Curah Kobokan," ucapnya.

"Beberapa titik di sepanjang aliran lahar itu juga masih muncul kepulan asap dari material awan panas guguran," imbuhnya.

Sebagai informasi, erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12). Kemudian setelah itu terjadi dua kali erupsi susulan berturut turut pada Minggu (5/12) dan Senin (6/12).

Sampai saat ini, korban meninggal dunia tercatat 14 orang. 1.300 orang masih harus mengungsi dan 28 sekolah rusak.


(yul/DAL/cnn)

Powered by Blogger.