Eks Anggota LAMRI Surabaya Terduga Pelaku Kekerasan Seks Mahasiswa UGM

D'On, Sleman (DIY),- Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI) Surabaya, mengungkap kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan mahasiswa berinisial AS. Diketahui saat ini AS merupakan mahasiswa Magister Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM).


Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani saat dimintai konfirmasi mengatakan AS merupakan mahasiswa UGM yang saat ini tengah menempuh kuliah S-2. AS, kata Iva, merupakan mahasiswa Magister Ilmu Sejarah.

"(AS) S-1 di Unair sekarang mahasiswa (pascasarjana) Ilmu Sejarah FIB UGM," kata Iva saat dihubungi wartawan, Senin (15/11/2021).

Iva mengungkap saat ini UGM tengah melakukan investigasi terkait dugaan kekerasan seksual tersebut. UGM, kata Iva, berkomitmen untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual.

"Dari FIB sudah mengirimkan aduan ke ULT dan sudah dibahas di rapat pimpinan. Untuk mendalami dibentuklah semacam tim," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI) Surabaya mengungkap kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan mahasiswa berinisial AS. Dalam sebuah thread di Twitter, LAMRI Surabaya menyebut ada lima korban.

Diketahui, AS merupakan salah satu anggota LAMRI Surabaya. Namun pada 2018, AS telah dikeluarkan karena diduga melakukan kekerasan seksual pada beberapa korban.

Dikutip pernyataan di Twitter tersebut. Dalam threadnya, LAMRI Surabaya juga menuliskan kronologi kekerasan seksual dari pengakuan lima korban tersebut. Kekerasan seksual yang dilakukan mulai dari pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

LAMRI Surabaya menyebut telah mengeluarkan AS per 2 Maret 2018. Saat itu pada sidang pemberhentian, dilakukan kesepakatan antara AS dengan dua korban. Lalu pada 2021, tim investigasi LAMRI melakukan penyelidikan dan ditemui adanya korban lainnya.

(ams/rih)

Powered by Blogger.