Polemik Rehab Rumah DPRD Provinsi Sumbar, Pelaksana Lapangan CV CKJ Perlihatkan Arogan


D'On, Padang (Sumbar),- Panas, itu yang terjadi pada pelaksanaan Rehab Rumah Dinas DPRD Sumbar. Saat dilapangan situasi semakin memanas dengan arogannya pelaksana lapangan CV. Citra Karya Jaya. Kok, bisa?

Belum selesai ribut persoalan rumah dinas DPRD Sumbar, pagudana Rp7.360. 083. 900.00, HPS Rp6.876. 722.903.43, riak kembali terjadi pada pekerjaan fisik dilapangan. Pasalnya, seorang laki laki berbaju hitam lengan panjang, memakai masker, ditenggarai pelaksana lapangan, terkesan arogan.

Arogannya pria tersebut, saat media ini meninjau langsung kelapangan untuk melakukan melakukan konfirmasi terkait pekerjaan ini pada Minggu (22/8). Pria tersebut memerintahkan media ini minta izin ke Satpam sebelum masuk kelokasi  pekerjaan. Dan, juga mengaku jatah wartawan untuk masuk  sudah ada bersama ketua dewan kemaren.

Karena mematuhi prosedur, media ini menemui Satpam kedepan. Dengan bijak Satpam mengatakan, ia tak bisa memberi izin, takut salah. Namun, ia memberi saran untuk melihat pekerjaan dari pagar. Saran itu, diikuti media ini dan melihat pekerjaan dari luar.

Diluar pagar didampingi pria tersebut dan Satpam, mediapun melakukan konfirmasi terkait pekerjaan proyek yang sedang jalan. Baru satu pertanyaan dilontarkan, bukan dijawab, malah taburangsang dan marabo gadang.

Dari pagar media ini, melihat pekerjaan masih menggali pondasi sumuran dan merakit material pembesian. Ada yang janggal terlihat, sebab pekerja tak mengacu Sistim Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3). Padahal, SMK3 bagian dari kontrak kerja dan ada anggarannya.

Ketika ditanyakan, kenapa pekerja tidak pakai Alat Pengaman Diri (APD), helm, rompi dan sepatu boat, pria tersebut langsung taburangsang. "Apa hak saudara menanyakan pekerja tanpa K3. Memang anda ada menandatangani kontrak untuk melakukan pengawasan," katanya dengan nada tinggi kepada media ini.

Lalu, ditanya, kalau anda ikut tanda tangan kontrak, anda sebagai apa dan nama anda."Tak ada hak anda bertanya siapa saya. Saya ikut menandatangi kontrak kerja, sementara anda tak ada dalam kontrak kerja. Tak berhak bertanya siapa saya," katanya.

Didampingi Satpam, media ini berusaha bersikap lunak. Dan, mengatakan, kami juga ikut melakukan kontrol sosial terhadap pekerjaan menggunakan uang rakyat. Sambil berlalu pria itu, kembali bakareh arang. "Memang anda ada menandatangani kontrak untuk pengawasan," katanya sembari pergi meninggalkan media ini diluar pagar. 


(Tim)

Powered by Blogger.