Ini Kabar Terakhir Jubir TPNPB-OPM Setelah Dirampok Sesama OPM

D'On, Port Moresby,- Setelah vakum beberapa waktu akibat perampokan di Papua Nugini, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom kembali aktif. "Ini baru online di kantor Markas TPNPB, boleh kirim request," katanya diakun media sosialnya pada Sabtu, 13/03.

Sebby mengaku baru memulai bekerja setelah mengalami perampokan oleh teman seperjuangan sesama Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini. "Saya baru mulai kerja setelah mengalami kerugian akibat perampokan. Dan perampokan dilakukan oleh orang asli Papua sendiri yang iri hati dengan kerja kami dalam perjuangan Papua," keluhnya.

"Sekarang saya bisa layani semua journalist," katanya.

Sebby menjadi korban persaingan antar faksi di OPM yang kini mengendalikan operasinya di Papua Nugini. Sebby mendapat tekanan agar tidak melapor pada polisi dan bicara ke media terkait perampokan tersebut.

Namun, karena tidak ada penyelesaian dan itikad baik, maka Sebby membagikan kronologis perampokan tersebut. "Perlu kami sampaikan kepada semua pihak, karena perampokan itu maka Juru Bicara TPNPB-OPM tidak bisa melakukan fungsi kerja sebagai Juru Bicara selama 20 hari," katanya.

Perampokan terjadi pada 13 Januari 2021, di Papua Nugini. "Pelakunya orang asli Papua sendiri, dengan cara perintahkan orang lokal merampok semua barang milik Juru bicara TPNPB Sebby Sambom," jelasnya.

Akibat perampokan itu, Sebby kehilangan duit PGK44,500 atau senilai Rp177 juta. Sebby Sambom mengalami shock dan menderita secara mental. Karena situasi krisis itu jubir TPNPB-OPM tidak bisa melayani pertanyaan media.

"Dengan demikian, saya Sebby Sambom sebagai Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sampaikan permohonan maaf kepada semua pihak dan terutama kepada Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM yang sedang berperang," pungkasnya.


(Gatra)

No comments

Powered by Blogger.