Sejumlah Saluran Televisi Utama AS Boikot Pidato Perpisahan Trump

D'On, Amerika Serikat,- Donald Trump mengunggah rekaman video perpisahan, membanggakan berbagai capaian pemerintahannya. Beberapa pengguna media sosial mengatakan video itu tak disiarkan saluran televisi berita utama.

"Hanya Newsmax menyiarkan pidato perpisahan Trump," ujar seorang reporter Washington Post, Jeremy Barr, di Twitter, dikutip dari The Independent, Rabu (20/1).

Tak lama setelah dia menulis di Twitter, Fox News mengumumkan akan menayangkan secara penuh pidato perpisahan Trump.

"Semua media arus utama AS memilih tetap menampilkan Presiden-Terpilih Joe Biden turun dari pesawar saat Donald Trump merekam pidato terakhirnya sebagai Presiden dirilis," kata pengguna Twitter yang lain.

Tak lama setelah video tersebut diunggah ke YouTube, Jim Acosta dari CNN mencuit tautan ke video tersebut.

Beberapa pengguna kesal karena penyiar memilih untuk menyiarkan rekaman Biden yang tiba di Washington DC untuk pelantikannya daripada pidato Trump.

"Tidak satu pun jaringan TV arus utama yang menayangkannya, bahkan FOX, atau FBN, saya nonton! CSPAN 3 sebenarnya memiliki keberanian untuk menyiarkan pidato perpisahan Clinton pada saat yang sama Presiden Trump memberikan pidato perpisahannya sendiri!" tulis salah satu pengguna.

The Hill, Politico, The Guardian, CBS News, ABC News, The New York Times, CNN, dan The Independent, di antara yang lainnyaz melaporkan pidato perpisahan setelah video itu diunggah.

Dalam pidatonya Trump menyampaikan harapan "semoga beruntung" kepada pemerintahan yang akan datang, tapi dikritik karena ogah sebut nama Biden.

"Meskipun ada beberapa referensi tentang pemerintahan baru, Trump tidak menyebut nama Biden dalam video perpisahannya. Itu sekitar 20 menit," tulis koresponden Gedung Putih CNN, Kaitlan Collins.

Direktur grup SITE Intelligence, Rita Katz mengatakan ahli teori konspirasi QAnon dan loyalis Trump mengklaim video itu palsu.

"Seluruh gerakan yang otaknya telah dicuci sekarang menanggapi pidato perpisahan Trump tadi adalah palsu, bahwa dia masih"MENOLAK KALAH "dan terus mengajak 'perang saudara,'" tulisnya.

"Beberapa menganggap pidato itu sendiri sebagai persetujuan untuk melanjutkan gerakan 'kebangkitan' mereka."

Yang lain mengkritik penggunaan pidato Trump yang telah direkam sebelumnya, bukan langsung, mengklaim itu adalah indikasi yang jelas bahwa dia sangat terpukul atas kekalahannya.

"Tidak ada yang bisa menggambarkan kesesakan dan keterasingan hari-hari terakhir Trump sebagai Presiden dengan lebih ringkas daripada merekam pidato perpisahannya dan menyebarkannya di YouTube. Akhir yang menyedihkan dan pedih untuk pria yang secara historis remeh," tulis anggota pemerintahan Barack Obama, Tommy Vietor. 

(cnn/pan)


Powered by Blogger.