Ngaku Polisi dan Akan Razia Narkoba Merupakan Modus Baru Begal di Palembang

D'On, Palembang (Sumsel),- Aksi pelaku kejahatan jalanan di Palembang semakin beragam dalam menggunakan modusnya. Salah satunya mengaku anggota polisi yang sedang melakukan razia narkoba.

Hal itu dialami seorang kakek, Amar (58) yang harus kehilangan uang Rp 2,8 juta setelah dibawa kabur pelaku. Tukang ojek itu lantas melaporkan kasus ini ke kantor polisi.

Dia mengaku kejadian itu berawal saat dia mengendarai sepeda motor di belakang Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) atau persis di sebelah Jembatan Ampera Palembang, Minggu (25/10) pagi. Tiba-tiba datang seorang pelaku yang juga mengendari motor menghentikan lajunya secara paksa.

Korban pun berhenti karena motornya dihadang pelaku. Pelaku mengaku seorang anggota polisi yang sedang merazia peredaran narkoba.

Sontak, korban yang tak menaruh curiga mempersilakan pelaku menggeledah selurug barang bawaannya, termasuk tas. Di dalam tas itu berisi uang Rp2,8 juta miliknya.

Begitu melihat uang, pelaku mengambilnya dan langsung tancap gas. Sementara korban hanya bisa berteriak meminta tolong, namun suasana sedang sepi karena masih pagi.

"Dia bilang mau razia narkoba, ngaku polisi. Saya percaya saja, saya tidak tahu kalau dia mau mencuri uang saya," ungkap Amar saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (26/10).

Amar menyebut uang itu rencananya dipakai untuk memperbaiki motornya untuk mencari nafkah sebagai tukang ojek. Dia berharap polisi segera menangkap pelaku dan uangnya kembali.

"Badan orang itu gemuk, tapi tidak kelihatan wajahnya karena pakai masker. Pakai motor Yamaha Aero, tapi pelatnya tidak sempat melihat," kata dia.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene mengatakan, modus ini terbilang sudah sering digunakan pelaku melancarkan aksinya. Warga diimbau lebih waspada saat berkendara dan menghindar jika bertemu dengan orang-orang mencurigakan.

"Laporannya dilimpahkan ke Satreskrim dan mudah-mudahan pelakunya cepat terungkap dan ditangkap," kata dia. 

(mdk/gil)


No comments

Powered by Blogger.