Tentara Israel Tembaki Rumah Sakit Palestina dengan Gas Air Mata

D'On, Hebron (Palestina),- Beberapa pasien warga Palestina terluka akibat gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan pendudukan Israel ke sebuah Rumah Sakit Pemerintah Princess Alia di Kota Hebron.

Kepada kantor berita Xinhua, Direktur Rumah Sakit, Dr Tariq Barbarawy, mengatakan bahwa tentara Israel menembakkan gas air mata ke salah satu kamar departemen penyakit dalam, di mana banyak pasien Covid-19 dirawat.

"Antara pukul 4:30 dan 5:00 pagi, kami tertangkap basah oleh tabung gas air mata yang tiba-tiba mendarat di bangsal virus korona dan penyakit dalam kami," katanya dalam sebuah pernyataan video yang dilansir Middle East Monitor.

Dia menambahkan bahwa gas air mata tersebar luas di dalam bagian rumah sakit, membuat staf medis dan puluhan pasien kesulitan bernafas.

Kantor berita Wafa melaporkan, hampir 25 pasien dan dokter membutuhkan perawatan akibat asap tersebut.

Barbarawy mengatakan pasien yang menderita sesak napas kini dalam kondisi stabil namun bau gas air mata masih bisa dirasakan di rumah sakit. Dia menambahkan bahwa tidak ada alasan bagi tentara Israel untuk melakukan serangan tersebut.

Rami Al-Qawasmi, direktur Kementerian Kesehatan Palestina di Hebron, mengutuk serangan Israel itu, menyerukan masyarakat internasional untuk menekan negara pendudukan agar menghentikan pelanggarannya terhadap warga Palestina.
Menurut laporan Times of Israel, tentara Israel mengklaim "tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah sakit".

(dka/MEM/Xinhua)

No comments

Powered by Blogger.