2 Jenderal Eks Kopassus Ditunjuk Jokowi Tangani Daerah Terparah Corona

D'On, Jakarta,- Presiden Jokowi telah memerintahkan dua anak buahnya untuk menekan penularan Covid-19 di delapan wilayah. Keduanya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala BNPB merangkap Ketua Satgas Penangnanan Corona di Tanah Air. 

"Dan menugaskan wakil ketua komite (Satgas) Pak Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Satgas Covid untuk memonitor dan sekaligus melakukan evaluasi," kata Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite dan juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 14 September 2020.

Pernyataan Airlangga itu dikabarkan usai sejumlah menteri rapat virtual dengan Presiden Jokowi. Delapan wilayah menjadi fokus Luhut dan Doni agar penanganan turut mengedepankan strategi berbasis lokal.

"Oleh karena itu, presiden meminta dalam dua minggu ini dikoordinasikan dan dikonsentrasi lebih khusus di 8 wilayah yang terdampak lebih besar kenaikannya," ujar Airlangga.

Berdasarkan catatan yang dihimpun VIVA, dua jenderal asal satuan Kopassus tersebut bakal memelototi sejumlah daerah dengan angka kasus positif tertinggi di Tanah Air. Diantaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Kelima daerah per data terakhir, Minggu 13 September 2020 menjadi provinsi paling besar menyumbangkan angka positif secara nasional.

Dikutip dari beberapa sumber, Luhut Panjaitan pernah menjadi Komandan pertama Sat-81 Gultor, satuan khusus penanggulangan teror yang dimiliki oleh Korps Baret Merah. Namun, Luhut tak pernah menjadi Danjen Kopassus.

Sementara Doni, Penempatan dinas pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya hingga akhirnya mendapuknya jabatan Danjen Kopassus.

(mond/VV)

No comments

Powered by Blogger.