Viral di Medsos, Polisi Sebut Pelaku Bullying Diduga 8 Anak Sekolah Dasar


D'On, Solo (Jateng),- Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta terus menindaklanjuti kasus dugaan bullying yang melibatkan anak di bawah umur. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menyebut, ada delapan anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) diduga sebagai pelaku bully.

"Tim penyelidikan dari Satreskrim Polresta Surakarta dan Polsek Pasarkliwon, sudah melakukan penyelidikan. Dan alhamdulilah, kita berhasil mengidentifikasi delapan orang yang diduga sebagai pelaku bullying seperti video yang beredar di medsos," ujar Ade Safri, Sabtu (15/8).

Tindak lanjut dari penanganan kasus tersebut, dikatakannya, tim penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polresta Surakarta sudah mengambil beberapa keterangan perihal video yang beredar.

"Nanti untuk tindak lanjut dari penanganan ini kita akan sampaikan ke teman-teman. Mengingat delapan pelaku yang diduga melakukan bullying ini masih duduk di sekolah dasar," terangnya.

Karena masih SD atau di bawah umur, pihaknya akan memberlakukan UU Perlindungan Anak dalam penyelidikan. Pihaknya juga akan melakukan strategi penyelidikan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Saat ini penyidik sedang membuat konstruksi hukumnya dari peristiwa yang terjadi. Ini membuka peluang, apabila sudah terjadi perbaikan terhadap yang sebelumnya adanya relasi sosial yang sempat tercederai, ada peluang untuk diselesaikan antar pihak," katanya.

Terkait upaya damai, Ade mengatakan, Polri tidak pada posisi fasilitator. Upaya damai harus berangkat dari kedua belah pihak. Ketika ada mediasi, lanjut dia, harus disampaikan kepada penyidik.

"Jadi Polri tidak memaksakan itu terjadi. Dipersilakan pada para pihak untuk bisa melakukan mediasi apabila hal itu memungkinkan," tutupnya.

Sebelumnya unit PPA Satreskrim Polresta Surakarta menangani kasus bullying yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur. Penanganan dilakukan secara berhati-hati, karena pelaku sejumlah gadis yang di bawah umur.

Kasus bullying di Solo terungkap setelah beredarnya video tersebut di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 22 detik tersebut, mempertontonkan aksi bullying oleh sejumlah remaja perempuan yang diduga berlokasi di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta.

Aksi bullying dilakukan sejumlah remaja perempuan terhadap seorang remaja perempuan berkaos hitam. Ada yang menampar wajah serta mendorong badan. Namun korban yang memilih diam. 

(mdk/cob)

No comments

Powered by Blogger.