Mahasiswi S2 Unram yang Tewas Tergantung Diduga Hamil, Ini Keterangan Dokter Forensik

Dokumentasi: antara

D'On, Mataram (NTB),- Dokter forensik di Mataram, Nusa Tenggara Barat, menemukan adanya tanda-tanda kehamilan dari hasil autopsi jasad Linda Novitasari (23) mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang tewas tergantung di ventilasi rumah milik seorang perwira polisi di Perumahan Royal Mataram, Kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, dokter forensik menemukan hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan uterus atau rahim LNS.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan rahimnya lebih berat dan lebih lebar dibanding ukuran normal, itu diduga menjadi tanda-tanda kehamilan," kata Kadek Adi, di Mataram, Rabu (12/8/2020).

Penyidik masih mencari korelasi antara bukti yang didapat dari keterangan saksi, hasil visum, dan juga olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad Linda.
"Memang kami juga melihat ada luka lebam di bagian perutnya, tapi itu semua belum bisa kami simpulkan. Jadi kami tunggu saja paparan jelasnya dari dokter forensik," ucap Kadek.

Selain menemukan tanda kehamilan, Kadek Adi mengungkapkan bahwa dokter forensik menggambarkan secara umum bahwa Linda diduga meninggal akibat kehabisan oksigen.

Terkait apakah luka tersebut akibat dari jeratan tali yang menggantung LNS atau bukan, itu masih menjadi pertanyaan.
"Untuk lebih jelasnya, biar ahli (dokter forensik) yang nantinya akan sampaikan, kami tunggu saja," ucap dia.

Dalam proses penyidikannya yang kini mengarah ke dugaan pembunuhan, penyidik belum mengungkap perihal tersangka. Namun Kadek Adi memastikan bahwa hal tersebut akan segera terungkap setelah mendengar keterangan lengkap dari dokter forensik.

Sembari menunggu, penyidik masih mendalami keterangan 23 orang yang pernah diperiksa saat kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
"Jadi yang kemarin dimintai keterangan di Polsek Ampenan, pas kasusnya masih tahap penyelidikan, kami periksa lagi, sekarang mereka semua sebagai saksi, itu juga masih proses," katanya.

Linda ditemukan sudah tidak bernyawa pada Sabtu, 25 Juli 2020 lalu sekitar pukul 16.30 WITA.

Linda ditemukan dalam kondisi tergantung pada tali berwarna oranye di rumah perwira polisi yang ditempati kekasihnya, Rio, di BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram.

Nyawa Dibalas Nyawa

Sebelumnya, ibu kandung Linda, Siti Akmal, berharap kepada pihak Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk menemukan pelaku dan motif pembunuhan anak bungsunya itu.
"Jelas ini harus diusut tuntas, siapa pelaku dan apa motifnya," kata Siti Akmal usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolresta Mataram, Selasa.

Istri dari Purnawirawan Polri ini mengaku masih berat melepas kepergian Linda. Meski demikian, Siti yakin dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan hukum dari Fakultas Hukum Universitas Mataram, kasus ini akan terungkap sampai tuntas.
"Kalau memang dia 'jalan tangan' (meninggal dibunuh) orang lain, hati kecil ini, kasarnya, nyawa dibalas dengan nyawa. Tapi ya kami serahkan ini semua ke polisi, mudah-mudahan kasus ini segera terungkap agar almarhumah bisa tenang," ujarnya dengan nada penuh kepiluan.

Dalam kesaksiannya di hadapan penyidik, Siti Akmal mengaku telah menjawab 43 pertanyaan yang berkaitan dengan kepribadian, keseharian serta kegiatan almarhumah sebelum hilang kabar hingga akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu (25/7) lalu.

Dalam kesehariannya, Siti mengatakan bahwa almarhumah adalah sosok anak bungsu yang mandiri dan sayang dengan orang tuanya. Bahkan semasa hidupnya, LNS punya mimpi ingin menjadi dosen.

"Makanya dia lanjut sekolah S2 hukum, dia mau jadi dosen," ucap Siti mengenang masa hidup anaknya yang sebelum meninggal telah diterima kuliah di Program Magister Hukum Unram.

(RR/IZ)

No comments

Powered by Blogger.