Pria Bertatto "Doa Ibu" Dirantai dan Dihabisi Kakak Tiri


D'On, Karo (Sumut),- Kasus pembunuhan terhadap pria yang ditemukan terikat dan kakinya dirantai di Sungai Gergoh Lau Biang, Desa Singa, Tigapanah, Karo, Sumut, akhirnya terungkap. Laki-laki bertato 'Doa Ibu' di dada dan 'Sepanjang Masa' di lengan itu ternyata dihabisi keluarganya.

Korban diidentifikasi sebagai Rawat Sembiring Milala, warga Desa Namanteran, Kecamatan Namanteran, Karo. "Kita bersyukur para pelaku pembunuhan berencana ini berhasil kita ungkap," ujar Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang, Rabu (22/7).

Dari hasil penyelidikan, dalam pembunuhan terhadap Rawat adalah saudara tirinya, Hasil Sembiring Milala. Laki-laki itu mengupah Sempurna Ginting Rp6,5 juta untuk menghabisi adik tirinya.
Sempurna tidak sendirian. Dia dibantu putranya AG, bersama PS, dan seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya. 

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, Rawat dibunuh karena keluarga dan warga sekitar resah dengan perilakunya. "Korban ternyata mengidap gangguan jiwa," jelas Ramli.

Para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tigapanah. Dalam kasus ini petugas telah menyita barang bukti di antaranya 1 unit minibus BK 1950 LS, rantai besi, 3 gembok, sarung, celana dalam, dan tali keranjang plastik.
Seperti diberitakan, jasad pria tak dikenal ditemukan mengambang di aliran Sungai Gerguh Lau Biang, Desa Singa, Tiga Panah, Karo, Sumut, Senin (13/7). Kedua kakinya terikat dengan rantai besi tergembok. 
Lehernya dan tangannya terikat tali plastik.

Tidak ditemukan dokumen identitas ditemukan pada mayat pria itu. Namun terdapat tato pada lengan kiri dengan tulisan 'Sepanjang masa' dan tulisan 'Doa Ibu' pada dada kirinya. 

(mdk/hnd/ray)

No comments

Powered by Blogger.