Motif Dendam Alasan Mantan Murid Tega Perkosa dan Bunuh Gurunya

D'On, Banyuasin (Sumsel),- Bukan hanya karena panik saat korban kembali siuman saat diperkosa, tetapi juga ada motif lain dibalik aksi pembunuhan AR (18) terhadap mantan guru sekolah dasar, Efriza Yuniar alias Yuyun (50).

Hal ini diungkapkan oleh Iptu Gunawan, selaku Kapolsek Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Pelaku ini mantan anak didik korban saat SD (Sekolah Dasar). Sudah lama memang, tapi masih ada dendam,” ungkap Kapolsek.

Ya, seperti diberitakan sebelumnya, pelaku merupakan  tetangga korban di Jalur V Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang ini masih menyimpan dendam terhadap korban yang sering memarahinya sewaktu SD. Pelaku dikenal nakal dan jahil terhadap teman-teman wanita di kelasnya.

Karena itu, dia memutuskan untuk sering datang ke rumah korban, untuk melihat situasi. Di samping itu, pelaku juga kerap menyalurkan hasrat seksualnya dengan cara mengintip korban saat mandi.

“Pelaku sudah tahu situasi rumah korban. Karena hasil keterangan dia sudah sering mengintip korban saat mandi,” ujar Kapolsek.

Hingga puncaknya, pada Rabu (8/7/2020) sore, pelaku kembali mendatangi rumah korban, dan berniat untuk memperkosanya seusai menyaksikan video porno di ponselnya.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mencekik korban hingga tak sadarkan diri. Kemudian korban diseret dengan sprei ke ruang tamu, untuk selanjutnya diperkosa. Tapi di tengah aksi bejat itu, korban kembali siuman, dan langsung berteriak meminta tolong.

Pelaku yang panik pun langsung spontan menyumpal mulut korban dengan ikat rambut yang terbuat dari bahan kain. Setelahnya, leher korban dijerat dengan tali dan charger handphone.

“Saat itu, tubuh korban dalam kondisi telanjang, tangan dan kaki terikat tali rafia, serta tubuhnya dimasukkan dalam ember bak plastik sekitar 60 sentimeter,” jelas Kapolres Banyuasin, Ajun Komisaris Besar Danny Sianipar.

(PSC/seo)

No comments

Powered by Blogger.