Hari Ini, Polisi Periksa 3 Saksi Terkait Unggahan Denny Siregar


D'On, Tasikmalaya (Jabar),- Polresta Tasikmalaya telah menerima laporan Forum Mujahid Tasikmalaya terhadap Denny Siregar terkait unggahan video di media sosial pada 27 Juni 2020 yang dianggap menghina santri dan pesantren. 

Dalam unggahannya, Denny menulis status berjudul 'ADEK-ADEKKU CALON TERORIS YANG ABANG SAYANG' dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Yusuf Ruhiman mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap saksi pada Senin (6/7) besok. Untuk laporan itu sendiri, pihaknya baru memeriksa satu orang.

"Laporan baru diterima 3 hari yang lalu. Saksi-saksi akan hadir untuk dimintai keterangan. Waktu laporan sudah kita periksa 1 orang yaitu pelapor atas nama Ustad Ruslan," kata Yusuf  dinukil dari merdeka.com, Minggu (5/7).

Rencananya, pemanggilan saksi akan dilakukan sekitar pukul 09.00 Wib. Ia berharap, saksi yang akan dipanggil oleh pihaknya itu dapat hadir.

"Besok saksi-saksi lainnya, mudah-mudahan hadir ya. Saksi yang akan dihadirkan dari pihak pelapor 3 orang, jadwalnya jam 09.00 Wib," ujarnya.

Setelah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi, pihaknya juga akan memintai keterangan ahli yang kemudian akan memanggil terlapor (Denny Siregar).

"Selanjutnya kita naikan minta keterangan ahli. Baru kemudian terlapor kita panggil. Sabar ya, proses masih berjalan," tutupnya.

Sebelumnya, Forum Mujahid Tasikmalaya melaporkan Denny Siregar ke Polresta Tasikmalaya. Pelaporan tersebut dilakukan karena unggahannya di media sosial pada 27 Juni 2020 dianggap menghina santri dan pesantren.

Dalam unggahannya, Denny menulis status berjudul 'ADEK-ADEKKU CALON TERORIS YANG ABANG SAYANG' dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Foto yang diunggah Denny, belakangan diketahui adalah foto santri Pesantren Tahfidz Qur'an Darul Ilmi Kota Tasikmalaya. Foto tersebut diambil saat para santri mengikuti aksi damai 313 di depan Masjid Istiqlal pada 2019.

Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya, ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengungkapkan awalnya mengetahui status Denny tersebut dari temannya. Dia tidak akan mempermasalahkan kasus tersebut, namun ada desakan dari banyak pihak sehingga aksi pun sempat dilakukan pada Kamis (2/7) dan melaporkannya ke polisi.

"Umat Muslim merasa tersinggung dengan postingan itu. Kata-kata teroris itu sangat membuat kita sakit," kata Ahmad, Jumat (3/7). 
(mond/merdeka)

No comments

Powered by Blogger.