Thailand Sukses Dalam Penanganan Covid-19 Saat Ini Negara Gajah Putih Nol Kasus


D'On, Thailand,- Thailand mencapai prestasi membanggakan pekan ini dengan nihil kasus virus corona. Angka penderita corona juga berhasil ditekan di angka 3.000-an, dengan kematian 56 orang.

Dr Taweesin Visanuyothin, juru bicara pemerintah untuk pandemi corona, mengatakan dalam 24 jam terakhir pada Rabu (13/4/2020) tidak ada kasus penularan baru virus corona, pun tiada pertambahan kematian.

Padahal jika dirunut perjalanan pandemi di Thailand, negara itu adalah yang pertama terjangkit virus corona di luar China. Kasus pertama di Thailand tercatat pada 13 Januari lalu, kematian pertama terjadi pada 1 Maret.

Keberhasilan Thailand tak terlepas dari kesiapan negara itu menghadapi pandemi. Menurut Indeks Keamanan Kesehatan Global (GHS Index) 2019 yang dirancang RS John Hopkins, Amerika Serikat, Thailand menempati ranking pertama di Asia untuk negara dengan kesiapan terbaik menghadapi epidemi.

Secara global, Thailand ada di posisi 6 dari 195 negara dalam kesiapan menghadapi epidemi. Sebagai perbandingan, Indonesia ada di posisi 30 dalam GHS Index.

Sejak kasus muncul pertama kali pada Januari, Thailand langsung melakukan tindakan pencegahan dengan cepat. Pada 4 Februari, Thailand melancarkan Pekan Pembersihan Besar-besaran, dengan melakukan sterilisasi di seluruh negeri, mulai kantor, rumah, hingga tempat publik.

Pada 23 Januari, tidak lama setelah kasus pertama mencuat, Thailand meningkatkan imbauan perjalanan ke level 3, melarang bepergian ke China. Thailand tetapkan status darurat sejak 26 Maret dan terus diperpanjang hingga 31 Mei mendatang walau kasusnya menurun.

Dengan status darurat ini, pemerintah berhak menerapkan lockdown kota-kota dan jam malam. Beberapa tempat hiburan dan wisata menjadi sasaran utama lockdown, salah satunya pulau Phuket, seluruh bandara ditutup sejak 10 April lalu.
Sistem pengawasan kesehatan langsung dipasang di 28 bandara di Thailand. 

Pengetatan prosedur juga dilakukan di rumah sakit, terutama untuk pasien dengan gejala seperti demam, batuk, atau bersin.
Thailand juga membatalkan berbagai acara penting penarik wisatawan, seperti MotoGP dan Tahun Baru Thailand atau Songkran. 

Kapal pesiar MS Westerdam yang berisi 1.455 penumpang dan 802 kru juga ditolak masuk ke Thailand.

Tingkat Pengetesan Corona

Pusat Badan Situasi COVID-19 atau CCSA Thailand membanggakan kemampuan mereka dalam mengetes virus corona sebagai salah satu kunci keberhasilan.
Rabu (13/5/2020), juru bicara CCSA Taweesilp Visanuyothin mengatakan testing rate mereka per satu juta orang lebih tinggi ketimbang Indonesia, Filipina, Taiwan, Vietnam, dan Jepang.

Taweesilp dikutip Bangkok Post mengatakan Thailand telah melakukan 4.294 pengujian per satu juta orang. Sejak awal tahun hingga saat ini, Thailand melaporkan 286.008 pengujian swab, dengan angka positif 3.017. Angka kematian di Thailand sebanyak 56 orang.

Tidak hanya pengujian, tim medis Thailand juga berhasil melakukan uji coba obat bagi penderita corona. Diberitakan Reuters, para dokter di Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok Februari lalu melaporkan kesuksesan penggunaan kombinasi obat HIV seperti Lopinavir dan Ritonavir dengan obat anti virus Oseltamivir dalam dosis tinggi.

Memang ini bukan obatnya, tapi para dokter di RS Rajavithi mengklaim kombinasi obat itu berhasil meningkatkan kondisi pasien corona. Pada percobaannya, dalam 48 jam pasien virus corona dinyatakan negatif.

(Heta)

No comments

Powered by Blogger.