Kasus Corona Lebih 20 Ribu di Turki, Erdogan Larang Anak Muda di Bawah 20 Tahun Keluar Malam

D'On, Turki,- Turki mencatat angka kasus virus corona yang mengkhawatirkan. Sudah lebih 20 ribu kasus. Korban tewas sudah mencapai 425 orang.

Turki akhirnya mengambil langkah tegas. Memberlakukan jam malam parsial. Berlaku bagi warga di bawah usia 20 tahun. Dimulai tengah malam pada hari Jumat (3/4/2020).

"Sebagai bagian dari langkah-langkah melawan wabah virus corona," kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Turki juga menutup perbatasan 31 kota. Termasuk Istanbul. Berlaku untuk semua kendaraan. Tidak termasuk jalur transit dan pasokan penting seperti makanan, produk medis, dan sanitasi.

"Penutupan perbatasan kota akan berlaku selama 15 hari pada awalnya, namun periode ini dapat diperpanjang jika perlu," kata Erdogan pada konferensi pers.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan, korban tewas Turki dari wabah naik menjadi 425 pada hari Jumat. Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi dari penyakit ini meningkat menjadi lebih dari 20.000.

  Penggunaan masker wajib

Penggunaan masker di tempat-tempat umum yang ramai, di angkutan umum, toko kelontong dan tempat kerja diwajibkan.

Ankara telah menghentikan semua penerbangan internasional, perjalanan domestik terbatas, sekolah-sekolah tertutup, bar-bar dan kafe-kafe, dan masjid.

Tetapi orang-orang masih bekerja. Erdogan berusaha untuk mempertahankan produksi dan ekspor ekonomi.

Pada akhir Maret, Turki memerintahkan warga lanjut usia di atas 65 tahun dan mereka yang menderita penyakit kronis tinggal di rumah.

(RKC)

No comments

Powered by Blogger.