Pertama dalam Sejarah, Presiden Amerika Serikat Teleponan dengan Pemimpin Taliban


D'On, Kabul (Afghanistan),- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara dengan pemimpin Taliban, Mullah Baradar Akhund melalui sambungan telepon pada Selasa (3/3/2020). Ini merupakan percakapan pertama dalam sejarah antara presiden AS dengan petinggi Taliban.

Kabar tersebut disampaikan juru bicara Taliban melalui Twitter dan dibenarkan oleh Trump. Trump juga mengatakan pembicaraan dirinya dengan Mullah Baradar berjalan dengan sangat baik.

"Pembicaraan kami berjalan dengan sangat baik hari ini. Kami akan segera mengakhiri (gencatan senjata) ini semua. Kurasa kami mempunyai tujuan yang sama," kata Trump.

Taliban mengutip pernyataan Baradar dari pembicaraanya dengan Trump. Baradar mendesak Trump mengambil tindakan tegas sehubungan dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Perjanjian antara Amerika dan Taliban telah ditandatangi pada Sabtu (29/2/2020) di Doha, Qatar. Perjanjian ini mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari 18 tahun.

Perjanjian yang telah ditandatangani itu mencakup komitmen untuk membebaskan 5 ribu milisi Taliban yang ditahan oleh pemerintah Afghanistan dan menukarnya dengan seribu tawanan. 

Hal itu dinilai para militan sebagai prasyarat untuk perundingan tetapi Presiden Ashraf Ghani menolak untuk melakukannya bahkan sebelum perundingan dimulai.

Di bawah ketentuan perjanjian AS-Taliban, pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan dalam waktu 14 bulan dengan jaminan keamanan Taliban dan janji oleh gerilyawan untuk mengadakan perundingan dengan Kabul.

Dalam percakapan dengan Presiden Trump, pemimpin Taliban ini juga meminta Presiden Trump untuk tidak mengizinkan siapa pun mengambil tindakan yang melanggar ketentuan perjanjian kedua belah pihak.

Sumber: Channel News Asia

No comments

Powered by Blogger.