Mantan Presiden Real Madrid Wafat Setelah Positif Covid-19


D'On, Madrid (Spanyol),- Kabar duka menyelimuti Real Madrid. Mantan presiden Los Blancosmedio 1995-2000, Lorenzo Sanz mengembuskan napas terakhir pada Minggu (22/3) dini hari WIB, setelah positif terinfeksi virus corona (COVID-19).

Dikutip dari Marca, kondisi Sanz di rumah sakit terus memburuk akibat pandemik tersebut sejak dirawat pada Selasa (17/3). Akhirnya pria berusia 76 tahun itu harus menyerah dari virus corona yang menggerogoti kesehatannya, karena secara usia dirinya dinilai berisiko terjangkit dan diperparah penyakit bawaan.

1. Anak Sanz merasa ayahnya tak pantas mengembuskan napas terakhir karena virus corona

Anak dari Sanz, yakni Lorenzo Sanz Duran, pun mengunggah soal wafatnya sang ayah lewat akun twitter pribadinya. Dia menulis jika ayahnya tak pantas meninggal dengan cara demikian (karena virus corona).

"Ayah baru saja meninggal dunia. Dia tak layak berakhir seperti ini. Saya lihat dia salah satu orang terbaik, berani, dan pekerja keras. Keluarga dan Real Madrid merupakan hal terpenting dalam hidupnya," tulis Duran.

2. Sanz mampu persembahkan dua gelar Liga Champions untuk Real Madrid

Kiprah Sanz bersama Real Madrid memang terbilang baik. Selama lima tahun memimpin, dirinya mampu mempersembahkan dua gelar Liga Champions yakni pada 1998 dan 2000. 

Kampiun yang pertama dapat terasa paling spesial lantaran Real Madrid mampu membasuh dahaga gelar tersebut, setelah terakhir diraihnya pada 1966.

Dia juga mampu mempertahankan Real Madrid yang dijuluki sebagai Los Galaticos. Sanz tak segan mendatangkan Roberto Carlos, Clarence Seedorf, sampai topskor Piala Dunia 1998, yakni Davor Suker. 

Alhasil, mereka ditakuti setiap lawan, baik di kompetisi domestik mau pun Eropa.

3. Beberapa pemain LaLiga terjangkit virus corona

Sebelumnya, beberapa pemain di Premier League sampai LaLiga juga menjadi korban keganasan pandemik tersebut, sebut saja, Ezequiel Garay sampai Eliaquim Mangala masuk daftar 35 persen pemain Valencia yang terjangkit virus corona. Dan, terakhir pemain Espanyol, Wu Lei juga terjangkit virus serupa.

Badan kesehatan dunia, WHO menetapkan Eropa sebagai episentrum virus corona.
Spanyol pun tercatat jadi negara Eropa kedua paling parah akibat virus corona, setelah Italia. Dilansir dari World Meter, Minggu (22/3) pandemik tersebut sudah memakan korban jiwa mencapi 1.378 orang di Spanyol.

Sementara, laporan John Hopkins University CSSE sampai Sabtu (21/3) dini hari WIB, menyebutkan jika kasus positif terjangkit virus corona di seluruh penjuru dunia sudah mencapai 275 ribu orang lebih, dengan jumlah kematian mencapai 11 ribu dan 88 ribu dinyatakan sembuh.

(Alang)

No comments

Powered by Blogger.