BAZNAS Padang Peduli Korban Tanah Longsor di Kabupaten Agam

D'On, Agam (Sumbar),- Musibah banjir bandang yang melanda Kanagarian Tanjung Sani Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat, Rabu 20 November 2019 M, hingga sekarang masih menyisahkan  kesedihan yang dalam.   

Betapa tidak, akibat galodo yang datang di sore hari itu, sedikitnya dua rumah milik warga hanyut, lebih sepuluh rumah rusak berat serta puluhan warga kehilangan tempat tinggal mereka.

Kesedihan tersebut bukan saja dirasakan warga Kabupaten Agam. Tapi warga Kota Padang juga bisa merasakan duka warga Kabupaten Agam itu.   

Sebagai bukti kepeduliaan sesama, Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bersama pimpinan Baznas Padang, H. Syafriadi Autid didampingi Komandan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Padang, Otrizal dan Kabid Pendayagunaan Industriyadi Sabtu, 23 November 2019 M mengunjungi warga korban galodo di Agam. 

 "Alhamdulillah, bersama Pak wali kota Baznas Padang sudah datang menemui warga yang rumahnya dihantam galodo," timpal Pimpinan Baznas Badang, H. Syafriadi Autid didampingi Komandan BTB Baznas Padang, Otrizal menjawab wartawan.

Menurut Syafriadi Autid, musiba banjir bandang sangat memperihatinkan. Baznas Padang telah salurkan, beberapa bantuan.  Seperti, Mie Instan 50 kardus, minyak goreng berat dua liter lima dus, Sarden 200 kaleng, Roti Roma Kelapa 5 Dus, selimut 100 lembar dan Matras Plastik/Tikar Plastik 50 helai. 

Sementara, Komandan BTB Baznas Padang, Otrizal menuturkan, aksi hari ini pembersihan material banjir yang membawa lumpur dan batu-batuan menutupi akses jalan. Mulai dari menutupi jalan ke mesjid maupun jalan ke sekolah dibersihkan dengan dua alat berat. 

Material lumpur yang masuk ke dalam rumah warga dibersihkan oleh berbagai relawan termasuk Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Padang.

Disisi lain Walinagari Tanjung Sani Maizon mengungkapkan, untuk wilayah Jorong Galapung, setidaknya sudah empat kali terjadi bencana banjir bandang dalam tahun 2019 M.  Namun kali ini, dampaknya cukup parah.

Bahkan, sebanyak lima unit rumah rusak berat dan sembilan  rumah rusak sedang. Kemudian 48 jiwa terdampak akibat musyi galodo.

Selain itu, Masjid Istigfar dan MDA Galapung rusak berat karena tertimbun material galodo berupa batu, pasir, lumpur dan tanah hingga setinggi empat meter lebih.

Kemudian, badan jalan umum juga tertimbun material banjir bandang setinggi 3 meter, dengan panjang lebih kurang 250 meter.

"Kalau galodo sebelumnya yang terjadi juga di tahun 2019 ini, dampak yang ditimbulkan tidak begitu parah akan tetapi tahun sekarang sangat parah. BTB Kota Padang beserta Pemko Kota Padang hari ini juga menyerahkan bantuan.

(hms Baznas)

No comments

Powered by Blogger.