Prabowo: Kita Harus Bersatu Mendukung Pemerintah Untuk Kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara

D'On, Jakarta,- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Prabowo mengajak semua pihak untuk bersatu.

"Kemudian saya menyampaikan sekali lagi ke beliau, apa yang sudah saya sampaikan berkali-kali ke mass media, kami Gerindra selalu mengutamakan kepentingan yang besar, kepentingan bangsa negara, kita bertarung secara politik, begitu selesai, kepentingan nasional yang utama, saya berpendapat kita harus bersatu," kata Prabowo.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam jumpa pers bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (11/10). Prabowo juga siap membantu pemerintah jika diminta Jokowi.

"Jadi saya sampaikan ke beliau, apabila kami diperlukan, kami siap untuk membantu, itu pun sudah saya sampaikan di MRT waktu itu, kalau kami diperlukan, kami siap, kami akan memberi gagasan, yang optimis, kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit, kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat," ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu juga tak masalah seandainya Partai Gerindra tak masuk ke kabinet. Prabowo siap menjadi penyeimbang pemerintah.

"Kalau umpamanya kita tidak masuk kabinet, kami akan tetap loyal di luar sebagai, apa istilahnya, check and balances, sebagai penyeimbang, karena kita di Indonesia tidak ada oposisi Pak," ujar dia.

MESRA

Prabowo juga mengatakan hubungannya dengan Presiden Jokowi sangat baik. Dia menilai mungkin banyak yang tidak suka jika hubungan keduanya mesra.

"Hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra ya Pak, ya, banyak yang nggak suka mungkin ya," kata Prabowo.

"Sangat mesra," timpal Jokowi di sisi kanan Prabowo.

Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan dukungan soal gagasan pemindahan Ibu Kota.

"Kami bicara Ibu Kota, di mana saya menyampaikan saya mendukung gagasan Ibu Kota, tentunya beliau mengatakan akan melalui kajian-kajian yang tepat dan sudah dilaksanakan kajian jadi yang kami akan mendukung gagasan itu," kata Prabowo.

Prabowo juga mengaku membahas masalah lain mulai dari ekonomi hingga pertahanan negara.

"Saya diundang kemudian tadi sebagaimana Presiden Joko Widodo sampaikan kami bahas banyak masalah, masalah ekonomi, masalah kondisi politik keamanan pertahanan negara," ujar dia.

HADIRI PELANTIKAN

Prabowo memastikan dirinya bakal menghadiri pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.
"Habis ini saya kedatangan rombongan MPR. Saya tanya, ada apa rombongan MPR mau ketemu saya? Katanya mau mengundang saya ke pelantikan Presiden," kata Prabowo.

Pelantikan akan digelar di Kompleks Parlemen, Gedung MPR, DPR, dan DPR, Jakarta, pada 20 Oktober 2019. Prabowo siap memenuhi undangan itu.

"Ya kalau diundang ya hadir lah," ujar Prabowo santai. Prabowo merupakan rival Jokowi di Pilpres 2019 yang telah berlalu.
"Gimana kalau diundang lurah harus hadir, hahaha...," sambung Prabowo sambil tertawa. Jokowi yang berada di sisi kanannya juga ikut tertawa santai.

Sementara itu, Jokowi mengatakan dirinya bersama Prabowo juga berbicara peluang Partai Gerindra bergabung ke pemerintah.

"Berkaitan dengan masalah koalisi, tapi ini untuk urusan saat ini belum final tapi kami tadi sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra untuk masuk ke koalisi kita," kata Jokowi.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pembicaraan soal kemungkinan Gerindra gabung dengan pemerintahan, Jokowi sekali lagi menegaskan keputusan belum final. Prabowo juga ikut menimpali.
"Masih lama," kata Prabowo.

Jokowi pun memastikan akan mengumumkan berdua dengan Prabowo jika akhirnya Gerindra bergabung.
"Nanti kalau sudah final, nanti kita sampaikan berdua lagi," tegas Jokowi.

SWAFOTO

Setelah memberikan keterangan kepada media, keduanya lantas bergegas ke arah pintu. Namun wartawan meminta keduanya untuk berpose bersama sembari bersalaman.

Permintaan itu dikabulkan. Jokowi dan Prabowo berjalan kembali ke arah wartawan dan berpose salaman. Kedua tangan Prabowo tampak menggenggam erat tangan kanan Jokowi.

Tiba-tiba setelahnya Jokowi mengajak Prabowo beranjak mendekat ke wartawan. Jokowi langsung mengambil salah satu telepon seluler (ponsel) milik wartawan dan berswafoto bersama Prabowo dengan latar belakang para wartawan.

Selanjutnya Jokowi dan Prabowo langsung menuju ke pintu. Prabowo sempat bersikap hormat lebih dulu sebelum keluar ke arah pintu ditemani Jokowi. 

(Sib)

No comments

Powered by Blogger.