Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menteri PU Turun Tangan di Dharmasraya: Sekolah Rakyat Dikebut Demi Anak-anak Kurang Mampu Bisa Sekolah Lebih Layak

07 May 2026 | May 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T06:48:37Z

Menteri PU Turun Tangan di Dharmasraya: Sekolah Rakyat Dikebut Demi Anak-anak Kurang Mampu Bisa Sekolah Lebih Layak



D'On, Dharmasraya - Deru alat berat terdengar nyaring di tengah hamparan lahan seluas 10 hektare di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Rabu siang (6/5/2026). Truk hilir mudik membawa material, pekerja bergerak cepat menyelesaikan struktur bangunan, sementara debu tipis beterbangan di bawah terik matahari Sumatera Barat.


Di tengah aktivitas pembangunan yang berpacu dengan waktu itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, datang langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR)  sebuah proyek pendidikan yang diproyeksikan menjadi harapan baru bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu.


Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar seremoni. Dari lokasi pembangunan, Dody memberi instruksi tegas: percepatan harus dilakukan agar sekolah dapat digunakan secepat mungkin pada tahun ajaran baru 2026.


“Sekolah Rakyat ini kita dorong percepatannya, sehingga manfaatnya baik dari sisi kualitas pendidikan maupun fasilitas yang baik bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu,” ujar Dody di sela peninjauan.


Sekolah untuk Anak-anak yang Selama Ini Sulit Mengakses Pendidikan Layak


Program Sekolah Rakyat bukan hanya proyek pembangunan fisik. Di balik beton, besi, dan deretan bangunan yang sedang berdiri itu, tersimpan misi besar pemerintah: membuka akses pendidikan yang lebih manusiawi bagi masyarakat miskin dan menekan angka kemiskinan ekstrem.


Pemerintah menilai, banyak anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini terhambat mendapatkan pendidikan berkualitas karena keterbatasan ekonomi, fasilitas, hingga akses tempat tinggal.


Karena itu, Sekolah Rakyat di Dharmasraya dirancang bukan sekadar sekolah biasa.


Di kawasan tersebut nantinya akan berdiri gedung pendidikan lengkap untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Tak hanya ruang belajar, pemerintah juga membangun delapan asrama siswa dan dua rumah susun guru agar proses pendidikan berjalan lebih maksimal.


Fasilitas penunjang lainnya pun disiapkan secara menyeluruh: masjid, gedung serbaguna, guest house, dapur umum, gudang, kantin di setiap jenjang pendidikan, hingga lapangan sepak bola.


Dengan kapasitas mencapai 1.080 siswa, kawasan pendidikan itu diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi muda dari berbagai daerah di Sumatera Barat.


Dikebut Sebelum Tahun Ajaran Baru


Awalnya, proyek Sekolah Rakyat ini ditargetkan selesai pada 4 November 2026. Namun pemerintah pusat memutuskan melakukan percepatan besar-besaran.


Kontrak proyek sendiri baru dimulai pada 10 Maret 2026. Tetapi kini, pengerjaan dipacu agar bisa selesai jauh lebih cepat, yakni sebelum 20 Juni 2026.


Saat meninjau langsung ke lapangan, Dody mengaku cukup puas melihat perkembangan pembangunan yang menurutnya menunjukkan tren positif.


“Dari hasil pengecekan di lapangan, progresnya cukup menggembirakan. Ini menunjukkan kerja-kerja percepatan berjalan dengan baik,” katanya.


Ia menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 9 persen. Dengan ritme percepatan rata-rata dua persen per hari, pemerintah optimistis target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.


“Dengan progres dua persen setiap hari, kami optimis dapat kita selesaikan sesuai target tanggal 20 Juni 2026. Karena kan adik-adik kita akan memulai tahun ajaran baru,” ucapnya.


Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana proyek ini menjadi prioritas serius pemerintah pusat. Sebab, sekolah tersebut dipandang bukan hanya bangunan pendidikan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.


Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah Jadi Kunci


Di balik percepatan proyek raksasa itu, ada koordinasi intens antara pemerintah pusat, satgas percepatan pembangunan, dan pemerintah daerah.


Dody menilai sinergi antarlembaga berjalan cukup baik sehingga proses pembangunan dapat dipacu lebih cepat dibanding target awal.


“Koordinasi satgas percepatan berjalan dengan baik. Pemerintah daerah juga bekerja dengan baik, semua pihak menjalankan perannya sebagaimana mestinya,” ujarnya.


Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU turut didampingi jajaran Kementerian PUPR, termasuk Direktur Jenderal Sumber Daya Air, serta unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.


Kehadiran berbagai pihak itu menunjukkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi proyek kementerian semata, melainkan agenda bersama yang melibatkan banyak elemen pemerintahan.


Bupati Dharmasraya: Ini Motivasi Besar untuk Daerah


Di sisi lain, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya.


Menurutnya, kehadiran Menteri PU secara langsung memberi semangat besar bagi pemerintah daerah untuk terus mempercepat pembangunan.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh masyarakat, kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri di daerah kami untuk memastikan percepatan pembangunan SR berjalan dengan baik. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mempercepat pembangunan,” ujarnya.


Tak hanya Sekolah Rakyat, Dharmasraya tahun ini juga mendapat sejumlah dukungan pembangunan infrastruktur dari Kementerian PU.


Beberapa proyek yang akan digarap di antaranya pembangunan rigid beton sepanjang satu kilometer, pengaspalan Jalan Lintas Sumatera sepanjang 19 kilometer, penanggulangan banjir Timpeh, hingga pembangunan SPAM untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.


Harapan Baru dari Dharmasraya


Di tengah berbagai persoalan pendidikan dan ketimpangan sosial yang masih terjadi di sejumlah daerah, pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya menjadi simbol harapan baru.


Bagi sebagian keluarga kurang mampu, sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap mungkin sebelumnya hanya mimpi yang sulit dijangkau.


Kini, mimpi itu perlahan mulai berdiri dalam bentuk bangunan nyata.


Jika seluruh target percepatan berhasil dicapai, maka ribuan anak dari keluarga sederhana akan segera menikmati ruang belajar yang lebih layak, lingkungan pendidikan yang lebih baik, dan kesempatan yang lebih besar untuk mengubah masa depan mereka.


Dari Pulau Punjung, pemerintah tampaknya ingin mengirim pesan bahwa pendidikan bukan lagi hak istimewa bagi segelintir orang, melainkan jalan yang harus terbuka bagi semua anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka.


(Papa Juan)


#KabupatenDharmasraya #Daerah

×
Berita Terbaru Update