
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Robi Herbawan (Istimewa)
D'On, Jakarta — Pergantian pucuk pimpinan Badan Intelijen Strategis TNI kembali menyita perhatian publik. Sosok Letjen TNI Robi Herbawan resmi dipercaya menduduki kursi Kepala BAIS TNI, menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang mundur pada Maret 2026 lalu.
Namun, penunjukan Robi bukan sekadar pergantian jabatan biasa. Di balik nama pria yang lama bergerak di dunia operasi khusus dan intelijen itu, tersimpan perjalanan panjang penuh operasi senyap, kedekatan dengan lingkar elite militer, hingga pengalaman membaca ancaman negara dari balik layar.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memastikan penunjukan tersebut sebagai bagian dari penguatan organisasi intelijen pertahanan.
“Benar, Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Penunjukan ini terjadi setelah pengunduran diri Yudi Abrimantyo yang menjadi sorotan nasional. Yudi memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus yang menyeret nama anggotanya.
Pernah Jadi Orang Dekat Prabowo di Masa Paling Panas Kopassus
Nama Robi Herbawan bukan sosok asing di lingkungan militer elite. Lulusan Akademi Militer 1994 itu menghabiskan lebih dari satu dekade di tubuh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pasukan yang dikenal sebagai mesin operasi senyap TNI.
Ia bertugas di Satgultor 81, unit antiteror elit yang hanya diisi prajurit pilihan dengan kemampuan tempur dan intelijen tingkat tinggi. Satuan ini dikenal menangani operasi-operasi berisiko tinggi, mulai dari pembebasan sandera hingga misi kontra-teror.
Namun yang membuat perjalanan Robi semakin menarik, ia pernah menjadi ajudan Presiden RI Prabowo Subianto saat masih menjabat Komandan Jenderal Kopassus pada periode 1995 hingga 1998.
Itu bukan masa biasa.
Periode tersebut merupakan fase paling panas menjelang runtuhnya Orde Baru, ketika situasi politik nasional memanas dan dinamika keamanan bergerak cepat. Berada di lingkar dalam Komandan Jenderal Kopassus saat itu membuat Robi disebut memahami langsung bagaimana operasi militer, strategi keamanan, dan pengambilan keputusan dilakukan di level tertinggi.
Kedekatan profesional itu pula yang membuat namanya lama dikenal di kalangan internal militer.
Dari Pasukan Tempur ke Dunia Intelijen Rahasia
Selepas meniti karier di Kopassus dan menyelesaikan pendidikan Seskoad, Robi perlahan masuk ke jalur intelijen strategis. Kariernya terus menanjak di lingkungan BAIS TNI lembaga yang menjadi mata dan telinga strategis militer Indonesia.
Ia pernah dipercaya memimpin operasi intelijen di Aceh sebagai Dansatgas BAIS pada 2016 hingga 2018. Penugasan itu bukan perkara ringan.
Aceh merupakan wilayah dengan sejarah konflik panjang, sehingga operasi intelijen di daerah tersebut membutuhkan kemampuan membaca situasi, membangun jaringan, hingga menjaga stabilitas keamanan tanpa banyak sorotan publik.
Di sanalah nama Robi mulai dikenal sebagai perwira yang kuat di lapangan sekaligus matang dalam analisis intelijen.
Kariernya terus melesat hingga akhirnya ditarik ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 2021 untuk menjabat Kepala Pusat Informasi Strategis Pertahanan.
Posisi itu menempatkannya di pusat pengelolaan informasi strategis negara mulai dari ancaman pertahanan, geopolitik kawasan, hingga dinamika keamanan modern.
Kini Memegang “Dapur Rahasia” TNI
Sebagai Kepala BAIS TNI, Robi kini memegang salah satu posisi paling sensitif di tubuh militer.
BAIS bukan sekadar lembaga intelijen biasa. Institusi ini berperan mengumpulkan, menganalisis, dan memetakan berbagai ancaman strategis terhadap negara, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mulai dari ancaman siber, konflik geopolitik kawasan, infiltrasi jaringan asing, hingga potensi gangguan stabilitas nasional menjadi bagian dari tugas lembaga tersebut.
Karena itu, kursi Kepala BAIS selalu diisi figur yang dianggap memiliki kombinasi lengkap: pengalaman tempur, kemampuan operasi intelijen, jaringan luas, serta kemampuan membaca situasi politik dan keamanan secara presisi.
Dan kini, seluruh sorotan tertuju pada Letjen Robi Herbawan.
Pria yang lama bekerja dalam senyap itu akhirnya muncul ke permukaan, memimpin “dapur rahasia” intelijen militer Indonesia di tengah situasi global yang semakin penuh ketegangan dan ancaman tak kasat mata.
(L6)
#TNI #Militer #Nasional #BAIS