Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

101 Orang Diduga Penyusup Demo Buruh di Jakarta Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Utama dan Pendana

02 May 2026 | May 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T06:00:34Z

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto bicara soal pengamanan perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta, Jumat (1/5/2026).



D'On, JAKARTAKepolisian Daerah Metro Jaya memulangkan sebanyak 101 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga hendak menyusup ke dalam aksi demonstrasi buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monas dan Gedung DPR RI.


Pemulangan dilakukan setelah para terduga selesai menjalani pemeriksaan awal. Mereka dijemput langsung oleh keluarga masing-masing dengan pendampingan dari LBH Jakarta.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan seluruhnya telah kembali ke rumah.


“Semalam 101 orang tersebut sudah pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan pendampingan dari LBH Jakarta,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).


Polisi Masih Dalami Bukti dan Kejar Aktor Utama


Meski telah dipulangkan, proses hukum belum sepenuhnya berhenti. Polda Metro Jaya melalui Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan.


“Barang yang ditemukan serta selebaran dan rencana aksi tetap dalam pendalaman Satgas Gakkum,” lanjut Budi.


Fokus penyelidikan kini mengarah pada sosok yang diduga sebagai aktor intelektual, termasuk pihak yang disebut-sebut menjadi penyandang dana di balik dugaan skenario kerusuhan tersebut.


Terendus Sejak Awal: Dugaan Upaya Penyusupan


Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkap bahwa aparat telah melakukan deteksi dini terhadap kelompok yang dicurigai memiliki niat mengganggu jalannya aksi buruh.


Menurutnya, di tengah suasana peringatan May Day yang seharusnya berlangsung damai dan penuh semangat solidaritas, terdapat indikasi upaya provokatif yang berpotensi mencoreng demokrasi.


“Masih ada upaya-upaya provokatif dan destruktif dari kelompok anarkis yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh,” jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya.


Barang Bukti Mengarah pada Rencana Kerusuhan


Dari tangan para terduga, polisi mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi digunakan untuk memicu kerusuhan, di antaranya:


  • Botol kaca kosong
  • Kain pemicu api
  • Bahan bakar (bensin)
  • Paku beton
  • Ketapel dan gotri
  • Sejumlah senjata tajam


Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa kelompok ini telah mempersiapkan aksi yang tidak sekadar demonstrasi biasa, melainkan berpotensi berujung anarkis.


Dokumen “Rundown Kerusuhan” Terungkap


Yang lebih mengejutkan, polisi juga menemukan dokumen berisi rencana terstruktur terkait aksi yang diduga akan dilakukan. Dalam dokumen tersebut, tercantum secara rinci waktu, titik kumpul, pola pergerakan massa, hingga strategi melarikan diri.


“Mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Per jam sudah diatur kapan melakukan serangan, dari mana datang, hingga ke mana harus kembali,” ungkap Iman.


Tak hanya itu, aparat juga menemukan alat komunikasi yang digunakan untuk koordinasi, serta sejumlah uang yang diduga akan dibagikan kepada peserta yang terlibat dalam aksi tersebut.


Dugaan Upaya Adu Domba Serikat Buruh


Dalam hasil penyelidikan awal, polisi juga menemukan indikasi adanya skenario untuk memecah belah kelompok buruh dengan cara menyusup dan memicu konflik internal.


“Mereka merencanakan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan saat kegiatan berlangsung,” tambah Iman.


Penangkapan sebagai Langkah Preventif


Penangkapan terhadap 101 orang tersebut disebut sebagai langkah antisipatif guna mencegah potensi tindak pidana sebelum terjadi.


Polisi menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi terkait sumber pendanaan, jaringan, serta motif di balik dugaan rencana tersebut.


“Kami berharap keluarga dapat segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menghindari disinformasi maupun misinformasi,” tutup Iman.


Situasi May Day Tetap Kondusif


Terlepas dari temuan tersebut, aparat memastikan bahwa secara umum peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta berlangsung kondusif. Ribuan buruh tetap dapat menyampaikan aspirasi mereka secara damai di berbagai titik aksi.


Namun, pengungkapan dugaan rencana penyusupan ini menjadi peringatan bahwa potensi gangguan keamanan masih bisa muncul di tengah momentum besar seperti May Day dan kewaspadaan semua pihak tetap diperlukan.


(L6)


#Demonstrasi #HariBuruh #Nasional

×
Berita Terbaru Update