Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjahit Masa Depan Lewat Buku: Disperpusip Siap Gelar Festival Literasi Padang

22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T10:05:02Z

Menjahit Masa Depan Lewat Buku: Disperpusip Siap Gelar Festival Literasi Padang



D'On, Padang - Padang tak sekadar menunggu tanggal. Ia sedang bersiap merayakan gagasan, kata-kata, dan harapan yang dirangkai dalam satu panggung besar bernama Festival Literasi Kota Padang. Digelar pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Gedung Youth Center Padang, festival ini diproyeksikan menjadi denyut baru gerakan literasi di kota pesisir tersebut.


Rabu (22/4/2026), suasana di ruang rapat Asisten Sekretariat Daerah Kota Padang terasa lebih hidup dari biasanya. Di sanalah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menggelar rapat pematangan. Hadir Corri Saidan bersama jajaran OPD, mulai dari Diskominfo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Prokopim, hingga mitra swasta seperti Gramedia.


Bukan sekadar rapat teknis, pertemuan itu menjadi ruang bertemunya visi: menjadikan literasi sebagai gerakan bersama, bukan hanya program tahunan.


Di tengah pembahasan yang serius namun penuh optimisme, Kepala Dispusip Kota Padang, Heriza Syafani, menyampaikan pandangannya dengan nada tegas namun reflektif:


“Festival ini bukan hanya tentang buku, tapi tentang membangun cara berpikir masyarakat. Literasi adalah fondasi peradaban. Kalau kita ingin Padang maju, kita harus memastikan warganya terbiasa membaca, berpikir kritis, dan berdialog. Di sinilah festival ini mengambil peran strategis.”


Menurutnya, tantangan literasi hari ini bukan semata akses, melainkan minat dan kebiasaan. Karena itu, festival dirancang lebih inklusif menggabungkan edukasi dan hiburan agar menjangkau berbagai kalangan, terutama generasi muda.


Selama sepuluh hari pelaksanaan nanti, pengunjung akan disuguhi beragam kegiatan: dari pameran buku yang menggoda rasa ingin tahu, diskusi literasi yang membuka cakrawala, hingga aktivitas edukatif yang melibatkan pelajar secara langsung. Semua dirancang agar literasi tak lagi terasa kaku, tetapi hidup dan relevan dengan keseharian.


Lebih dari itu, festival ini juga menjadi ruang temu lintas sektor pemerintah, komunitas, hingga swasta yang selama ini bergerak dalam jalur masing-masing. Di sini, mereka dipertemukan dalam satu tujuan: menumbuhkan budaya membaca sebagai identitas kota.


Heriza menambahkan dengan nada optimistis:

“Kita ingin Festival Literasi Padang ini bukan sekadar event seremonial. Harapannya, ini menjadi pemicu gerakan berkelanjutan. Dari sini lahir komunitas, kolaborasi, bahkan kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan literasi.”


Kesepakatan dalam rapat itu pun jelas: sinergi harus diperkuat, komunikasi harus dipermudah, dan setiap detail pelaksanaan harus dipastikan matang. Sebab, keberhasilan festival ini bukan hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi dari dampak jangka panjangnya.


Padang sedang menulis bab baru. Bukan dengan tinta biasa, melainkan dengan semangat kolektif untuk mencerdaskan. Dan Festival Literasi ini, barangkali, adalah paragraf awal dari cerita panjang itu.


(Mond)


#FestivalLiterasiPadang #LiterasiPadang #KotaPadang #DispusipPadang #BudayaLiterasi #LiterasiIndonesia #AyoMembaca

×
Berita Terbaru Update