-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akun Palsu Peras Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Polisi Bongkar Modus Video Editan Kasus Berakhir Damai

18 March 2026 | March 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-18T08:14:50Z

Akun Palsu Peras Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Polisi Bongkar Modus Video Editan  Kasus Berakhir Damai



D'On, SumbarKasus pemerasan bermodus akun palsu di Sumatera Barat akhirnya terungkap. Pelaku nekat menekan korban dengan video hasil rekayasa digital. Meski sempat mengarah ke tindak pidana serius, perkara ini justru berakhir damai lewat jalur kekeluargaan.


Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar mengusut dugaan pemerasan via media elektronik yang menimpa korban berinisial S (52), warga Kabupaten 50 Kota. Modusnya tak main-main: pelaku menggunakan identitas palsu di media sosial, lalu mengirimkan video yang telah diedit untuk menakut-nakuti korban.


Kabid Humas Polda Sumbar, Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa penyelidikan telah mengungkap adanya manipulasi konten sebagai alat ancaman.


“Video tersebut merupakan hasil editan yang digunakan untuk menekan korban,” tegasnya dalam konferensi pers.


Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti digital untuk mengurai pola kejahatan yang digunakan pelaku. Praktik ini dinilai sebagai bentuk kejahatan siber yang semakin canggih dan berbahaya, karena memanfaatkan psikologis korban lewat rekayasa konten.


Namun di tengah proses hukum yang berjalan, arah penanganan kasus berubah. Polisi memilih pendekatan restorative justice setelah kedua belah pihak menunjukkan itikad baik.


Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka. Di sisi lain, korban memilih memaafkan. Kesepakatan damai pun tercapai, membuat kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penuntutan.


Langkah ini menuai perhatian, mengingat modus yang digunakan tergolong serius dan berpotensi menjerat pelaku dengan pasal pidana berat di bidang kejahatan siber.


Meski berakhir damai, Polda Sumbar memberikan peringatan keras kepada masyarakat: kejahatan digital kini semakin licik dan manipulatif.


Warga diminta untuk tidak mudah percaya pada akun anonim, menghindari interaksi berisiko seperti video call dengan orang tak dikenal, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi.


Kasus ini menjadi alarm bahwa di balik layar ponsel, ancaman bisa datang dalam bentuk yang tak terduga bahkan dari identitas yang tidak pernah benar-benar ada.


(Mond)


#Pemerasan #Kriminal #PoldaSumbar

×
Berita Terbaru Update