Breaking News

Penyakit Endometriosis: Tanda, Bahaya, dan Penanganannya

Ilustrasi Nyeri Haid

Dirgantaraonline,-
Nyeri haid bukanlah masalah sepele bagi sebagian besar wanita. Namun, Dr. Kanadi Sumapraja Sp OG Subsp FER dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta memperingatkan bahwa nyeri menstruasi yang parah bisa menjadi tanda dari kondisi serius yang disebut endometriosis.

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim, tumbuh di luar rahim, seperti di area ovarium, saluran tuba, atau organ panggul lainnya. Ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri menstruasi yang parah, nyeri panggul kronis, nyeri saat berhubungan seksual, dan masalah kesuburan.

Dr. Kanadi mengingatkan bahwa ketika nyeri menstruasi mengganggu aktivitas sehari-hari, itu adalah tanda alarm yang memerlukan penanganan segera. Namun, banyak perempuan terlambat mengetahui kondisi endometriosis mereka karena seringkali menormalkan rasa sakit saat haid atau takut memeriksakan diri.

"Apabila dibiarkan, rasa nyeri bisa terus muncul bahkan saat tidak menstruasi, dan dapat mengganggu kesuburan," kata Dr. Kanadi. Dia juga mengungkapkan bahwa sekitar 10 persen perempuan di dunia mengalami endometriosis, yang sering menyerang pada usia produktif.

Untuk mengatasi endometriosis, Dr. Kanadi merekomendasikan terapi hormon progestin dengan dienogest yang diberikan secara oral. Terapi ini bekerja langsung pada endometriosis dengan menjaga kadar estrogen seimbang.

Dengan kesadaran akan gejala dan bahaya endometriosis, Dr. Kanadi mendorong perempuan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan sakit yang berlebihan saat menstruasi. Ini penting untuk mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan reproduksi dengan tepat waktu.

(Rini)

#Kesehatan #Global #NyeriHaid #Endometriosis