Breaking News

Irwan Basir: Tidak Mudah Merubah Mindset Manusia, Perlu Pendekatan Persuasif


D'On, Padang (Sumbar),-
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM, mengatakan bahwa merubah mindset (pola pikir) manusia tidak sama dengan membangun fisik jalan.


“Kenapa, bicara merubah mindset orang itu berbeda dengan membangun jalan yang akan dilaksanakan oleh ketua (Forum Keserasian Sosial Kelurahan Batipuh Panjang, red). Kalau sudah jalan, besok dinikmati. Tetapi ketika membangun suatu kontribusi pemikiran dengan cara yang sosial itu sangat berbeda,” ungkap Irwan Basir ketika memberikan sambutan pada acara Dialog Tematik Keserasian Sosial Peduli Lingkungan RW 06 Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah, Rabu (30/9/2020).


Kegiatan itu juga dihadiri Plt Walikota Padang, Hendri Septa, Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PAN, Rustam Effendi, Kadis Sosial Kota Padang, Af Riadi, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kota Padang, Rustim, Camat Koto Tangah diwakili Kasi Kessos, Ardi, Lurah Batipuh Panjang, Iwan, SPd, Babinsa dan Babin Kamtibmas setempat serta puluhan warga.


Menurut Irwan Basir, merubah mindset (cara berpikir) seseorang lebih sulit dibandingkan membangun sebuah jalan. Sebab, tantangannya tidak sama walaupun tujuannya sama-sama untuk kebaikan bersama.


“Kapalo samo hitam pandapek balain-lain (kepala sama hitam pendapat berbeda-beda). Di sinilah akan timbul embrio konflik. Oleh sebab itu, perlu kejelian seorang top manajer (pimpinan) dalam melihat sebuah persoalan dan berusaha mencarikan solusi terbaik,” ucap Ketua DPD LPM Kota Padang itu seraya mengingatkan.


Lebih lanjut Irwan Basir menyebutkan bahwa bantuan sosial senilai Rp100 juta yang berasal dari dana pokir (pokok-pokok pikiran) anggota DPR-RI Dapil Sumbar 1, H. Asli Chaidir untuk masyarakat Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah tersebut hanyalah sebuah pancing.


Artinya, di samping out put-nya memberikan kontribusi perbaikan juga out put-nya membentuk silaturrahmi seperti hari ini,” tukasnya menambahkan.


Hal senada juga disampaikan Kadis Sosial Kota Padang, Afriadi. Dalam melaksanakan program pemerintah, Dinas Sosial Kota Padang secara berjenjang selalu membangun komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumbar dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.


“Terus-terang bapak dan ibu semua. Anggaran kita di Kota Padang sangat terbatas. Oleh sebab itu, kita perlu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Dinas Sosial Provinsi Sumbar sebagai perpanjangan tangan Kementerian Sosial di daerah. Sehingga berbagai permasalahan sosial yang kita alami dapat teratasi. Untuk itu, kita ucapkan terimakasih kepada bapak Dt. Irwan Basir, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Provinsi Sumbar yang cukup banyak membantu kebutuhan kita di Kota Padang selama ini,” paparnya.


Pendapat yang sama juga disampaikan anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PAN Dapil Koto Tangah, Rustam Effendi. Diakuinya, jika tanpa bantuan dari Dinas Kota Padang dan Dinas Provinsi Sumbar tidak mungkin masyarakat Kelurahan Batipuh Panjang pada khususnya akan mendapatkan bantuan sosial senilai Rp100 juta ini.


“Sebagai wakil rakyat, tugas saya hanya memfasilitasi. Tapi yang memproses secara administrasi pemerintahan tentu bapak-bapak kita yang berada di Dinas Sosial Kota Padang dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih kepada pak Kadis Sosial Kota Padang dan pak Datuk Irwan Basir,” ujar Rustam Effendi dengan nada puas.


Sementara itu, Plt Walikota Padang, Hendri Septa dalam arahannya juga menyampaikan bahwa program keserasian sosial ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Nah, itu tidak perlu diragukan lagi karena Kementerian Sosial ini adalah lumbungnya atau corongnya pemerintah dalam memperhatikan masyarakat.


“Atas nama pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Irwan Basir, mamak kita dan jajarannya. Dan tentunya perwakilan dari Kementerian Sosial yang selalu dan selalu memberikan perhatian khusus buat seluruh kota dan kabupaten di Indonesia yang membutuhkan apa saja yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini,” kata Hendri Septa yang mengaku ikut bersyukur. 

(noa/DP)