Cegah Macet Horor, Menhub Minta Pemudik Balik Setelah 8 Mei

D'On, Jakarta,- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau warga yang mudik ke kampung halaman agar menunda kepulangan ke DKI Jakarta dan sekitarnya hingga setelah Minggu (8/5).


Menurut Budi, penundaan kepulangan ke ibu kota ini penting untuk mencegah lonjakan volume kendaraan arus balik mudik Lebaran 2022 yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang. Budi memprediksi puncak arus balik mudik lebaran terjadi hari ini.

"Kita tahu hari Selasa ada Hari Raya Kupat, Lebaran Ketupat. Jadi rayakan saja Lebaran Ketupat di tanah kelahiran karena itu selain memberikan kegembiraan sekaligus bisa melakukan relaksasi daripada arus mudik ini," kata Budi kepada wartawan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Minggu (8/5).

Hingga saat ini, Budi menyebut jumlah warga yang belum kembali ke Jakarta mencapai 46 persen. Jumlah itu bisa saja lebih rendah dari sebenarnya karena sebagian warga baru melakukan mudik setelah Idulfitri.

Karena itu, ia mewanti-wanti lonjakan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan di hari terakhir arus balik hari ini.

"Jadi sekali lagi mundurkan satu hari itu berharga sekali untuk kegembiraan kita semuanya, mundur dua hari lebih gembira lagi, mundur tiga hari top banget," kata dia.

Meski demikian, dia menyebut arus lalu lintas selama arus balik lebaran hingga saat ini berjalan lancar. Berdasarkan angka yang ia peroleh, sedikitnya 170 ribu kendaraan telah kembali ke Jakarta dari arah Timur atau Jawa.

Jumlah itu lebih dari angka arus balik pada masa mudik 2019 lalu yang mencapai 166 ribu. Sisanya, sebanyak 37 ribu kendaraan menuju Jakarta dan sekitarnya datang dari Sumatra melalui pelabuhan Bakeuheni, Lampung.

"Di jalan menuju ke Jakarta hingga tadi malam terdapat 170 ribu melampaui dari 2019. Pada saat 2019 ada 166 ribu dengan susah payah dikelola," kata Budi.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 60 persen pemudik belum kembali ke Jakarta. Pengamat Transportasi dan Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan ada potensi perjalanan arus balik Lebaran terkunci alias macet parah.

Menurut Yayat, kepadatan kendaraan pemudik berpotensi terjadi pada Minggu (8/5) hingga Senin (9/5). Ia mengatakan petugas di lapangan perlu disiagakan selama 24 jam.

"Karena jika terjadi perjalanan yang terkunci, para pemudik sudah membekali diri dengan berbagai persiapan," kata Yayat saat dihubungi, Minggu (8/5).

Ia menuturkan petugas mesti memperhatikan potensi kemacetan hingga di jalur alternatif atau jalur arteri.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia Andyka Kusuma mengungkapkan hal senada. Andyka berpendapat kepadatan kendaraan bisa terjadi sampai Senin esok hari, sehingga skema satu jalur atau one way perlu diterapkan lebih lama.


(thr/rds)


#Macet #ArusBalikLebaran 


Powered by Blogger.