Ini Penuturan Korban Perampokan di Kuranji, Rumah di Kawasan Sepi dan Angker

D'On, Padang (Sumbar),- Peristiwa perampokan dan pembunuhan yang terjadi di kawasan Kelok Kuranji, Kota Padang pada Sabtu (23/10/2021) malam diketahui berada pada kawasan sepi.


Disampaikan,Ibnu, 28 tahun, korban merupakan warga baru yang berprofesi sebagai pengusaha gas LPG.

“Karena warga baru, sehingga warga sekitar sana tidak banyak tahu tentang keluarga korban, setahu kami warga sekitar korban baru tinggal dikawasan ini," katanya, Minggu (24/10/2021).

Bukan hanya sepi, rumah korban ada kuburan dan minim penerangan.

“Menurut kata orang sekitar kawasan ini angker, namun menurut saya biasa saja. Bisa saja setelah ini beneran angker, coba saja lewat di sini sekali-kali biar tahu,” katanya.

Walaupun angker, kawasan tersebut mulai dipadati penduduk baru, bebernya.

“Beberapa waktu lalu ada pembangunan perumahan baru dan terdapat pula SPBU, namun rumah korban ini tidak di kompleks, tapi di pinggir jalan,” katanya.

Seperti diketahui, peristiwa perampokan tersebut terjadi pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban tewas dalam kejadian berjumlah satu orang.

“Seperti keterangan salah seorang pekerjanya yang selamat, pelaku berjumlah tiga orang, mereka menggunakan penutup kepala,” kata Kapolsek Kuranji, AKP Sutrisman.

Dia menjelaskan, korban yang tewas dalam kejadian tersebut bernama Yuni Nelti, 59 tahun.

“Korban perempuan, suaminya, Kusbintara, 58 tahun, mengalami patah tangan,” katanya.

Sutrisman melanjutkan, pihaknya mendapatkan laporan setelah warga bernama Syahrial Chandra, 65 tahun menghubunginya.

Seperti berita sebelumnya, Sutrisman mengatakan, saksi yang selamat bernama Robbi Fernandes, 23 tahun, seorang pekerja di rumah tersebut.

Dia disekap para pelaku ketika sedang salat di kamar belakang.

Para pelaku, sambungnya mengikat kaki dan tangan Robbi dengan tali.

Dia baru bisa melepaskan ikatan di tubuhnya pada keesokan harinya atau pukul 05.00 WIB.

Korban kemudian pergi ke rumah utama, sesampainya di sana dia mendengar orang menggedor pintu. Ternyata penghuni rumah lain juga mendapatkan hal serupa.

Korban lainnya diketahui bernama Eni Natalia, 23 tahun, perawat Ani Asma, 85 tahun, orang tua dari Yuni Nelti.

Eni diketahui diikat dan disekap dalam kamar, sementara Ani dikunci dalam kamar mandi.

“Saat kamar mandi didobrak, majikannya, Kusbintara, 58 tahun sudah tergeletak dan membawanya ke kamar Yuni,” ungkapnya.

Namun, pada saat mengantarkan Kusbintara ke kamar Yuni, pintu kamar tersebut juga dalam keadaan terkunci.

“Pintu itu dibuka dengan kunci cadangan yang disimpan Ani Asma, di sana Yuni ditemukan dengan tangan terikat ke belakang dan mulut ditutup kain,” paparnya.

“Sebelumnya, Robbi juga sudah meminta pertolongan jamaah yang sedang salat subuh,” sambungnya.

Perampok curi Mobil dan Receiver CCTV

Akibat kejadian ini, korban kehilangan satu mobil warna putih dengan nomor polisi (nopol) BA 1394 BQ, Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), empat telepon seluler (ponsel) dan Receiver CCTV.

Kuat dugaan, para pelaku ingin menghilangkan jejak agar identitas mereka yang terekam kamera pengawas tak diketahui aparat penegak hukum.

“Salah satu barang bukti yang dicuri pelaku yakni receiver CCTV,” kata Sutrisman.

Meski demikian, Sutrisman memastikan pihaknya akan memburu pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut.

“Kami minta jangan termakan informasi hoaks yang beredar, kami bekerja berdasarkan fakta, bukan perkiraan saja,” pungkasnya. 

(Dil/HN)


Powered by Blogger.