Pasca Ambil Alih Pemerintahan Afghanistan, Taliban Akan Susun Pemerintahan Baru

D'On, Afghanistan,-  Taliban akan mengumumkan susunan pemerintahan baru Afghanistan dalam beberapa pekan ke depan. Hal ini disampaikan juru bicara kelompok tersebut pada Sabtu, setelah mereka mengambil alih negara di Asia Selatan tersebut.

“Ahli hukum, agama, dan kebijakan luar negeri di Taliban ingin menunjukkan susunan pemerintahan baru dalam beberapa pekan ke depan,” kata pejabat tersebut kepada Reuters, dikutip Minggu (22/8).

Banyak warga Afghanistan takut dengan pemerintahan baru Taliban. Mereka takut kelompok ini akan kembali menerapkan kebijakan kerasnya seperti saat mereka berkuasa pada 1996-2001, sebelum digulingkan pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat.

Menghadapi ketakutan warga tersebut, Taliban berjanji untuk lebih moderat. Awal pekan lalu, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid tampil pertama kali di depan publik dalam konferensi pers pertama mereka. Dalam kesempatan itu, Taliban berjanji tidak akan melarang perempuan bekerja, termasuk mengizinkan anak perempuan sekolah.

Pada 1996-2001, Taliban melarang perempuan sekolah dan bekerja. Perempuan juga diwajibkan memakai burka. Saat itu, Taliban juga menerapkan hukuman keras seperti hukum potong tangan, hukum rajam, dan cambuk bagi warga yang melakukan pelanggaran.

Beberapa hari lalu, anggota senior Taliban telah bertemu dengan mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai dan pejabat senior Abdullah Abdullah ketika mereka tengah mempersiapkan pembentukan pemerintah.

Kelompok pemantau SITE mengatakan, negosiator Taliban, Anas Haqqani bertemu Karzai, pemimpin Afghanistan pertama yang didukung Barat setelah Taliban tersingkir dari kekuasaan pada 2001, dan Abdullah, yang memimpin dewan perdamaian pemerintah.

Dikutip dari France 24, Kamis (19/8), Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani yang saat ini berada di Uni Emirat Arab setelah melarikan diri pada Minggu mengatakan, dia mendukung negosiasi antara Taliban dan Karzai tersebut. 

(mdk/pan)


Powered by Blogger.