Dituduh Pelakor, Seorang Gadis Dikeroyok 6 Orang Kepalanya Dibenturkan Tembok

D'On, Karawang (Jabar),- Seorang gadis berusia 17 tahun berinisial ES di Kabupaten Karawang mengalami nasib yang nahas.


Ia mengalami luka di bagian tangan, muka, dan kepala setelah dianiaya enam wanita di Dusun Krajan RT 002/001, Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.


Dilansir dari PojokJabar.com, ES menceritakan, pengeroyokan itu terjadi pada 18 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 12.00 WIB.


Saat itu ES sedang melayani pembeli seorang pria di warung milik bibinya.


Tak lama kemudian, ia didatangi enam orang perempuan yang langsung memukulinya karena dituduh sedang berselingkuh dengan suami orang.


Selain dipukuli, kepala ES juga sempat dibenturkan ke tembok.


“Saya dituduh jadi pelakor padahal saya tidak kenal dengan pria yang sedang beli di warung itu,” ujar ES, Senin (9/11/2020).


Usai kejadian, ES dibawa ke rumah sakit kemudian melapor ke Polsek Pedes pada tanggal 20 Agustus 202.


Namun sayangnya, pelaporan tersebut tak kunjung ditindaklanjuti oleh pihak Polsek Pedes hingga saat ini.


“Padahal saya sudah melapor tiga bulan lalu,” sesal ES.


Untuk itu, ES bersama keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Karawang berharap kasus yang dialaminya bisa diusut tuntas.


ES menuturkan, seorang pelaku pengeroyokan merupakan anak kepala desa di Kecamatan Pedes.


“Saya juga sempat diancam oleh para korban akan dipukuli lagi,” katanya.


Bahri, salah seorang keluarga ES menambahkan, laporan ke Polsek Pedes sudah hampir 50 hari terhitung tanggal 20 Agustus 2020.


Namun belum ada penahanan pada tersangka yang mengeroyok keponakannya.


“Saya berharap Polsek Pedes cepat mengusut kasus pengeroyokan terhadap ponakan saya,” tutur Bahri.


Sementara itu, Kapolsek Pedes AKP Ade Firmansyah mengatakan, kasus tersebut tetap berjalan hingga kini.


“Karena ini masih menggali informasi terhadap saksi-saksi yang lain yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Ade.


(ega/pojokjabar)


No comments

Powered by Blogger.